Sejarah Museum Wayang”Jakarta Barat

0
134

lensanaga.com-

Museum Wayang adalah sebuah museum yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat.

Museum Wayang berdiri di atas tanah seluas 990 m2 dan 627 m2. Gedung ini semula merupakan gereja tua yang didirikan oleh VOC pada tahun 1640 dengan nama “de oude Hollandsche Kerk” sampai tahun 1732. Diadakan perbaikan pada tahun 1733 berganti nama yaitu “de nieuwe Hollandsche Kerk” sampai dengan tahun 1808.Gereja ini mengalami kerusakan akibat gempa.
Pada tanggal 14 Agustus 1936 lokasi ini ditetapkan menjadi monument, selanjutnya dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yaitu lembaga yang didirikan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian.
Pada tanggal 22 Desember 1939 dibuka oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir, Jonkheer Meester Aldius Warmoldu Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer sebagai museum dengan nama “de oude Bataviasche Museum” atau “Museum Batavia Lama”. Tahun 1957 diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia berganti nama menjadi Museum Jakarta Lama.
Pada tanggal 17 September 1962 oleh LKI diserahkan kepada Republik Indonesia dan pada tanggal 23 Juni 1968 diserahkan kepada Propinsi DKI Jakarta sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Saat Ini Museum Wayang Jakarta di bawah Pengelolaan UP. Museum Seni Rupa Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Koleksi Pameran Di Dalam Museum Wayang
Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Wayang-wayang dari luar negeri ada juga di sini, misalnya dari Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja.

Hingga kini Museum Wayang mengkoleksi lebih dari 4.000 buah wayang, terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan.
Umumnya boneka yang dikoleksi di museum ini adalah boneka-boneka yang berasal dari Eropa meskipun ada juga yang berasal dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia. Selain itu secara periodik disenggelarakan juga pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap bulannya. Pada tanggal 7 November 2003, PBB memutuskan mengakui wayang Indonesia sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan.

Dipintu masuk kita akan disambut oleh patung ini:
Semar merupakan tokoh wayang yang sangat terkenal yang selalu membantu memihak terhadap kebenaran. konon katanya ia bisa menelan gunung Mahameru, tetapi tidak bisa dikeluarkan akhirnya tubuhnya menjadi gemuk dan membuncit.
Berjalan sedikit kita akan menjumpai Wayang Golek Sunda Raden Bima, Bima merupakan gambaran ksatria gagah perkasa yang terkenal memiliki Kuku Pancanaka yang tajamnya luar biasa, ia merupakan putra kedua dari Prabu Dewanata dan ibunya Dewi Kunti. Ia sangat terkenal dalam pandawa lima.
Masih di lorong yang sama kita akan menemui salah satu tokoh wayang yang terkenal yakni Gatot Kaca.Wayang Golek Sunda Gatot Kaca, Gatot Kaca merupakan anak R. Werkudara dengan Dewi Arimbi, Putri kerajaan Pringgadani. Gatot Kaca merupakan ksatria yang gagah berani tak mengenal takut. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang sangat besar, sehingga ia digambarkan sebagai ksatria berotot kawan tulang besi, kulit tembaga .
Hanoman disebut juga kera putih, dia merupakan anak Dewi Anjani dengan Batara Guru, dia juga mempunyai istri bernama Trijata dan berputra Trigangga. Hanoman juga sebagai senapati perang dari pancawati dan sebagai tangan kanan prabu RAMA WIJAYA, mempunyai watak yang sopan, tanggung jawab, rendah hati dan sakti.
Tidak hanya wayang saja , tidak lupa ada boneka yang pernah digemari di tahun 90 an yaitu boneka “si unyil”. Jika masuk lebih dalam kita dapat melihat ke tembok sebelah kiri yang berisikan tulisan-tulisan dari jaman belanda disini juga ada beberapa tokoh yang dijadikan boneka antara lain “Simanis Jembatan Ancol dan si Pitung dan kompeni belanda ”di lantai 2 isinya terdapat boneka mancanegara seperti boneka rusia dan koleksi gamelan yang biasa dipakai untuk pertunjukan wayang.
Penataan lantai disini cukup unik dan bisa dibilang rapi, dan juga ada pertunjukan wayang orang.(Cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here