SIAPA ITU IBNOE SOETOWO

0
175

lensanaga.com-lensasejarah

Satu malam di tahun 1973, apartemen Habibie berdering, saat di angkat rupanya Duta Besar Indonesia untuk Jerman yg menelpon…

Habibie diminta sang Duta Besar menemui Ibnoe Soetowo di sebuah Hotel di Duesseldorf lusa tanggal 14 Desember 1973…

Habibie mengiyakan walau ia bilang pada sang Dubes bahwa ia tak tahu siapa Soetowo ini…

“Siapa Soetowo ini?…saya tak tahu ia siapa?”……

Tukas Habibie muda yang memang tak tahu Ibnoe Soetowo itu, maklum saat itu Habibie pun bukan orang sembarangan di Jerman, Habibie adalah satu satunya orang Asia yang menjadi Wakil Direktur perusahaan Messerschmitt-Blkow-Blohm yang memproduksi helikopter di Hamburg….

Sesuai dengan janji, Habibie menandangi Presidential Suite dan memencet bel. Tak perlu lama bagi Habibie menunggu kemunculan Ibnoe Soetowo.

Beberapa lama berselang, keluar lelaki bertubuh kecil, langsing, berkulit cokelat dengan mata tajam.

Belum sempat Habibie berdiri untuk menyapa, tiba tiba…..

” Mengapa Saudara masih berada di rantau sementara saudara-saudaramu membanting tulang untuk membangun bangsanya?!!”….

Habibie tak pelak kaget ditegur macam itu, namun belum hilang kagetnya, laki laki dengan mata tajam itu meneruskan bicaranya….

“Saudara ikut membangun bangsa lain. Saudara harus malu!!”……

Ya itu kalimat awal dokter, Mayor Jendral Ibnoe Soetowo pada Habibie muda yang saat itu hanya bisa terperangah dan bingung??…siapa orang ini yang berani berkata keras pada Habibie..

Ibnoe Soetowo adalah pendiri PERTAMINA, ia di tugaskan Presiden Soeharto membujuk Habibie pulang ke Tanah Air.

Bagi Habibie, kalimat Ibnoe Soetowo terasa menusuk. Memang pedas, tapi tepat sekali. Hingga ia tak mampu membalas ucapan Ibnoe itu. Kemudian, Ibnoe Soetowo langsung perintahkan Habibie pulang ke Jakarta. Alasan dia, Habibie cocok berkecimpung di Pertamina.

Yang diperintahkan pun tak langsung mengiyakan. Habibie malah memaparkan bahwa ia memiliki jabatan yang tak bisa ditinggalkan hingga 1978. Dia pun harus berdiskusi dulu dengan Ainun. Alih-alih mempertimbangkan alasan Habibie, Ibnu Soetowo malah mengambil keputusan sepihak.

Dia menyatakan segera mengangkat Habibie sebagai penasihatnya. Habibie tetap diperintahkan pulang ke Indonesia, secepatnya. “Pendapat pribadi saya sama sekali tak ditanyakan,” kata Habibie dalam bukunya….

Tahun 1974 untuk pertama kali setelah bertahun meniti karir di Jerman, Habibie pulang ke Indonesia dan menemui Presiden Soeharto, orang yg dulu menutup mata ayah Habibie saat meninggal di Makasar.

Beny Rusmawan(lensa sejarah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here