Pembangunan Tower Provider di Stop Satpol-PP

0
58

lensanaga.com

Metro – Pemerintah Kota Metro (Pemkot) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) setempat memberhentikan pengerjaan pembangunan Tower Provider di Jalan Sawo RT/RW 02/01 Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Penegak Perda pada Satpol-PP Kota Metro, Firmansyah mengatakan, penghentian pengerjaan pembangunan Tower Provider tersebut lantaran belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta melanggar Garis Standar Bangunan (GSB).

“Kami hentikan karena pembangunan tower itu tidak ada IMB,” katanya mewakili Kasat Pol-PP Kota Metro, Imron Roni, Rabu (18-9-2019).

Penghentian pengerjaan bangunan Tower tersebut, lanjutnya, merujuk pada surat No 33. 1.1/266/D-6-04/2019 Sifat : penting, Perihal : Untuk Penghentian Pembangunan Tower Smartfren.

” Kami mengirimkan surat untuk penghentian pada segala aktifitas pembangunan tower itu. Karena menyalahi aturan,” tegasnya.

Dijelaskannya, proses pembangunan menara provider menurut prosedur ialah harus memiliki izin warga setempat dan melalui rapat Badan Koordinasi Perencanaan Ruang Daerah (BKPRD).

“Di BKPRD ini ada dari unsur Polres, Kodim, Kejaksaan, Pemkot Metro. Nah, jika sudah dibahas dalam rapat BPPRD dan dibolehkan membangun, pihak pengelola Tower juga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Setelah itu pengelola memprotes izin lingkungan dan IMB, baru jalan proses pembangunannya. Tidak langsung asal bangun seperti itu,” cetusnya.

Ketua RT 02/RW O1 Kelurahan Yosomulyo, Sapto Priyono, mengaku tidak mengetahui administrasi perizinan pada pembangunan Tower Provider tersebut.

“Saya yang menjaga material bangunan tower itu. Pengelolanya sudah menemui saya dan warga sekitar. Kalau masalah belum ada izin IMB nya, saya tidak tahu sejauh itu,” ujarnya.

Sementara, pemilik lahan yang digunakan untuk pembangunan Tower tersebut, Prianto juga mengaku tidak mengetahui proses perizinan pembangunan tower yang akan dibangun tepat di depan halaman rumahnya itu.

“Saya tidak tahu, urusan saya hanya sewa lahan saya saja. Sudah dibuat izin nya atau belum, ya bukan urusan saya. Itu urusan PT nya,” katanya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here