Apa Jadinya Indonesia tanpa Tan Malaka

0
84

 

Lenda Sejarah
Lensanaga,Seragam Sekolah Dasar boleh jadi bukan berwarna putih merah seperti hari ini yang dipelopori oleh seragam murid-murid Sekolah Tan Malaka di Semarang dahulu.

Lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya akan berbeda kalau saja WR Supratman tidak membaca buku Massa Aksi yang ditulis Tan Malaka.

Negara Indonesia mungkin saja tidak berbentuk Republik seperti yang dicita-citakan Tan Malaka dalam bukunya “Naar de Republik”. Buku Madilog tidak akan ditulis.

Proklamasi 17 Agustus tidak akan terjadi kalau Sukarni tidak bergerak mendesak Sukarno Hatta, setelah berdiskusi dengan Tan Malaka.

Rapat Raksasa 19 September 1945 tidak akan terlaksana tanpa usulan dari Tan Malaka.

Sukarno tidak akan menulis Testamen Politik buat meneruskan perjuangan Revolusi.

Tidak akan ada Persatuan Perjuangan yang mendesak untuk Merdeka 100% dan menyiapkan perang Gerilya yang dipimpin Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Revolusi Indonesia.

Bahkan setelah kematiannya, suara Tan Malaka masih terdengar keras dari dalam kubur. Melalui Muhammad Yamin, Chaerul Saleh, Adam Malik, ide dan gagasan Tan Malaka diperjuangkan melalui Presiden Sukarno “To Build the World A New” seperti Deklarasi Juanda tentang batas Maritim Indonesia yang secara teknis dibuat oleh Mochtar Kusumaatmadja lewat desakan Chaerul Saleh.

Perjuangan merebut Irian Barat dari tangan Belanda tidak lepas dari wawasan Geopolitik Aslia. Gagasan Aslia yang diwujudkan Menteri Luar Negeri Adam Malik menjadi ASEAN pada masa Presiden Soeharto.

Bahkan Revolusi Mental yang digaungkan Presiden Jokowi dicomot dari gagasan Tan Malaka di buku Madilog.

Mengingat besarnya kontribusi Tan Malaka untuk Indonesia hari ini sudah sepatutnya makam beliau di Selo Panggung dipugar selayaknya makam Pahlawan Nasional agar cita-cita mencapai Merdeka 100% tetap akan diingat dan diperjuangkan terus oleh generasi selanjutnya.
.
(Lensa Sejarah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here