Presiden RI Joko Widodo,Korban Banjir Lebak Banten Cepat Direlokasi

0
89

Lensa-Naga -Tangerang-Presiden RI, Joko Widodo mengintruksikan kepada Kementrian PU agar penangan pasca banjir di Kabupaten Lebak bisa terselesaikan dalam waktu 3 sampai 4 bulan kedepan.

Melihat besarnya banjir bandang yang melanda Banten, pihaknya menghimbau agar pemukiman masyarakat harus direlokasi.

“Tadi saya sudah perintah ke Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan. Pemukiman masyarakat harus direlokasi,” ujar Presiden Jokowi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Lebak, Selasa (7/1/2020).

Dirinya mengaku telah mendapatkan laporan ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antar desa yang perlu segera diselesaikan. Sebanyak 19 sekolah mengalami kerusakan, dan 1.410 rumah rusak.

Disisi lain Jokowi mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat desa agar terus waspada terhadap kemungkinan bencana, terutama mengingat puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai bulan depan.

“Ini masih musim hujan yang ekstrem, masih akan berlangsung terus sesuai yang disampaikan BMKG sampai bulan Febuari agar masyarakat terus dan tetap waspada karena tanah-tanah terutama di sekitar Kecamatan Sukajaya sangat rawan longsor,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau lokasi banjir bandang di Lebak antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Sebelumnya, Sekertaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Banten, Trias Utami mengatakan, kedepan nantinya, rumah-rumah warga terdampak bencana banjir dan longsong akan direlokasi ketempat yang lebih aman.

Karena menurutnya, rumah warga yang sebelumnya telah hancur karena diterjang banjir tidak akan mungkin untuk dibangunkan kembali, karena akan sangat beresiko bagi keselamatan warga.

“Kalau memang pemukimannya itu emang daerahnya bantaran sungai, rawan longsor, kan tidak mungkin untuk dibangunkan kembali. Harus direlokasi,” kata Trias.

Relokasi terhadap pemukiman warga tersebut sesuai protap penanganannya

“Itu protap dasarnya, untuk daerah-daerah rawan tidak diperkenanka untuk dibangunkan kembali, harus direlokasi,” pungkas Trias (red/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here