Presiden Jokowi Minta Tambang Ilegal di Lebak Banten Di Tutup

0
113

LENSA NAGA -Tangerang-Selain intensitas curah hujan yang tinggi, aktivitas perambahan hutan dan tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) salah satu menjadi penyebab terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Lebak Banten pada Rabu (1/1/2020) lalu

Hal itu disebutkan oleh Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor Lebak pada pada Selasa (7/1/2020), akibat aktivitas itu, enam Kecamatan di Kabupaten Lebak Banten dilanda banjir bandang dan tanah longsor, maka dari itu Jokowi meminta agar aktivitas tersebut dihentikan.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur dan Ibu Bupati, ini dihentikan, tidak bisa lagi karena keuntungan satu dua tiga orang, ribuan yang lainnya dirugikan karena banjir bandang ini,” kata Presiden saat berkunjung ke Cipanas, Lebak

Presiden instruksikan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di TNGHS terutama di wilayah Kabupaten Lebak.

Menurutnya, tidak ada toleransi lagi pagi aktivitas tambang emas liar di TNGHS, karena merugikan masyarakat.

Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, akan melakukan survei dan kajian lebih lanjut terkait instruksi Presiden Joko Widodo untuk menghentikan aktifitas tambang emas ilegal di Lebak.

“Kami koordinasikan
dengan Kabupaten Lebak serta pihak terkait lainnya,” kata Wahidin.

Menurut Wahidin, masalah tambang ilegal ini merupakan tugas dari pengelolaan Lingkungan Hidup, karena terkait dengan law eforcement dari ilegal logging dimana penegakan hukum penebangan pohon dan perusakan hutan memiliki Undang-undang tersendiri apalagi hingga sampai perusakan dan pencemaran Lingkungan Hidup.

” Karena hal itu merupakan perintah langsung dari Presiden RI, maka Gubernur Wahidin, dalam waktu dekat dirinya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian/lnstitusi terkait termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) untuk segera mencarikan jalan keluarnya bersama-sama,” pungkas WH (red/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here