Dijalan Kampung Melayu Ratusan Santri Berunjuk rasa

0
83

Lensa Naga-Tangerang-Ratusan santri menutup dan menggelar unjuk rasa di Jalan Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang, aksi tersebut merupakan protes para santri kepada pemerintah karena tidak bisa menertibkan truk tanah, Rabu (15/1/2020).

Ratusan santri yang mengenakan baju koko dan peci serta bersalawat melumpuhkan arus lalulintas dijalan Kampung Melayu yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang.

Ratusan santri tersebut sengaja duduk di aspal sambil mendengarkan orasi yang disuarakan oleh orator bahwa Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mandul peraturan.

“Turunkan bupati! Turunkan bupati! Turunkan bupati!,” teriak kompak para santri yang dipimpin oleh sang orator

Diketahui, unjuk rasa tersebut didasari karena adanya santri dari Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Rawalini yang tertabrak truk raksasa pada Selasa (14/1/2020) pagi.

Bahkan, santri tersebut dikatakan sampai lumpuh selamanya karena kakinya sebelah kanan hancur terlindas truk yang melintas pagi hari.

Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sudah membatasi jam operasional kendaraan barang yang melintasi ruas jalan di wilayah kabupaten Tangerang, yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang pada ruas Jalan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam Perbup tersebut pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk baik dalam golongan 1 hingga truk golongan 5.

Dalam aturan tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menentukan jam Operasional Kendaraan angkutan barang pada pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.

Menurut warga akibat dari operasional mobil berat itu sudah sering memakan korban luka berat di kawasan Teluknaga bahkan tak jarang nyawa warga yang tak berdosa pun turut melayang karena truk yang nekat melintas pada siang hari.

“Untuk Bupati Tangerang, bapak, ibu, kakak, dan adik, teman-teman kami cacat kakinya. Belum lama saudara kami meninggal ditabrak truk,” kata Selva Divani seorang santri.

Dalam unjuk rasa tersebut, mereka mengancam akan menutup Jalan Kampung Melayu selamanya sampai Bupati Tangerang datang menghampiri.(red/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here