Labu Botol asal TUBABA yang Membuming

0
5355

LENSANAGA.ID,  TUBABA : Salah satu kerajinan tangan yang mulai banyak di kenal baik dari dalam maupun luar Tubaba adalah kerajinan tangan dari bahan Labu Botol, LENSANAGA.ID hari ini berkunjung ke kebun yang terletak di kelurahan Panaragan jaya kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis/19/03/2020.

Kerajinan tangan Labu Botol yang di prakarsai oleh Kaswan bersama teman pengerajin berawal dari kunjungan Bupati Umar Ahmad SP ke pulau Bali dan pulang membawa souvernir Kerajinan dari Labu Botol.

“Kami di tanya oleh bapak Bupati apakah ada tidak tanaman Labu ini, siap pak nanti kita cari, akhirnya kami menemukan di bibir sungai wilayah tubaba waktu itu baru satu buah, akhirnya dari situ kami kembangkan”.

“Dari situ kita tanam ada 15 biji yang menghasilkan waktu itu panen 250 buah” lanjutnya.

Sekarang ini setelah kita kembangkan sudah kita tanam dilahan ada 2 ha, target kita seratus ribu buah.

Melihat bentuk labu yang unik, Kaswan pun tertarik untuk membuat benda serupa. ”Tambler wadah minum, tempat lampu, cangkir dll, dari labu botol bisa menambah penghasilan,” kata Kaswan

”Proses pembuatannya cukup lama. Dari mulai pengeringan, membuang isi, hingga siap dipakai makan waktu sekitar satu bulan. Sebab, labu harus benar-benar kering. Kalau tidak bisa membusuk,” kata Kaswan.

Saat di tanya sudah sampai sejauh mana kerajinan ini dapat di kenal, Kaswan mengatakan ” kita sudah mengikuti event2 Baik di Tubaba sendiri maupun event di provinsi Lampung, selain itu dibawa ke Jakarta sudah dua kali dan nanti pada bulan April kita ikut pameran di JCC Jakarta juga pada bulan April kita juga akan ke Bali mengikuti Bali Tourism, paparnya.

Untuk yang berminat untuk Souvernir bisa didapat dengan harga satu buah kerajinan ini di hargai seratus ribu rupiah untuk lokal, dan nantinya melalui Pemerintah Daerah dan Dinas Kerajinan Daerah serta Koperindag akan disediakan Galeri di kota Budaya Uluan Nuhgik.

Sebagai barang kerajinan, Kaswan mengaku tingkat penjualan wadah minuman ini sangat baik ”sekarang ini mulai banyak yang membeli,dan Alhamdulillah mulai banyak peminatnya baik dari Tubaba maupun luar Tubaba” kata Kaswan enggan menyebut angka. Toh, kaswan mengaku perekonomian cukup terbantu dengan usaha kerajinan ini.

Terakhir apa yang menjadi kendala dalam menanam Labu ini, “kalau kendala cuma ulat tau tikus itupun tidak seberapa karena tanaman ini termasuk yang bandel dengan hama” pungkasnya.(Sayuti/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here