Kisa Pilu Nenek Kebo: di Rumah Tua Tanpa Listrik dan Bantuan Pemerintah

0
8059

LENSANAGA.ID, Makassar – Hidup sebatangkara di tengah Kota Metropolitan Makassar tanpa penerangan listrik dan tanpa bantuan dari pemerintah. Kebutuhan sehari-harinya didapat dari keluarga dan tetangganya.

Perempuan tua yang mengalami gangguan mental ini, hidup sendiri di sebuah rumah panggung yang sudah lapuk. Karena tak punya listrik di rumahnya, ia menggunakan lampu minyak sebagai pelita di malam hari.

Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Borong, Suardi mengatakan Komang Dg Kebo mengalami gangguan mental dan trauma bertemu dengan orang asing.

” Hampir setiap bulan penyakitnya kambuh. Dia seperti orang gundah, bicara dan tertawa sendiri dan marah jika didekati”, Ungkapnya.

Dia menambahkan, kondisi lingkungan rumahnya lumayan kumuh, jika hujan turun genangan air kadang hingga satu meter.

” Kami sudah berusaha membantu memperbaiki jalan setapak ke rumahnya dan pernah mengusulkan untuk mendapatkan listrik tetapi belum terealisasi”, Lanjutnya.

Ketua LAW2 Community, Suryadi Yamin mengatakan perlu perhatian dari pemerintah untuk melakukan pendampingan dan pengobatan kepada Dg Kebo yang mengalami gangguan mental.

” Kasihan dia, menjalani kehidupannya tanpa fasilitas dan pendampingan dari instansi terkait, padahal dia warga Makassar juga”, Imbuhnya.

Paket sedekah Ramadhan Kombes diserahkan oleh Ketua Makassar Suci, Almalik Musafir Kelana di rumahnya di Jalan Borong Raya 4 Lorong 1 Dalam No.12A Kelurahan Borong Kecamatan Manggala Kota Makassar, Ahad 17 Mei 2020.

#SpiritBerbagiBersamaKombes
#LAW2_Community
#Makassar_Suci
#Salam3Jari

Naga Makassar: Rudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here