GPM-MUI Prov. Sul-Sel Gelar Konferensi Pers. Tolak RUU HIP

0
6910

LENSANAGA.ID, Makassar – Gerakan Pengawal Maklumat Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan

(GPM-MUI Prov. Sul-Sel) Gelar Konferensi Pers Menolak RUU HIP dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila. Di Jalan Taman Makan Pahlawan Komp. BTN Paropo Blok D No. 1 Makassar. Jum’at 19/06/2020.

Dimana GPM MUI Provinsi Sulsel meminta dan menolak RUU HIP dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila.

Dalam giat konferensi pers menolak RUU HIP dipimpin lansung Ketua Presedium Firdaus Malie, Ss. S.Sos.I dan turut dihadiri Gbi Glow Makassar Nico. V, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Syamsuriadi P.S, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel Elly Oschar, Ketua Umum Bkprmi Kota Makassar muhammad khaerul, Komandan Garuda Makassar Andi Sardin Najib, Dpw Walidah Islam Sulsel Ahsan, Lpi Kerung-kerung Randall Sekum Forma Sulawesi Ishak Muchtar Sekwil, Dpw Fpi Makassar Sayful Forum Muballigh Al-Markaz Sulaiman Arbie, Bendahara Umum Ppmi Sulsel Jamaluddin Monda, Ittihad Muh. Afies Tadompe, Kokam Makassar Rifky Mujahidah Sulsel Ratna Alwi, Rumah Muslimah Cendekia Sukmawati Syam, Pda Kota Makassar Nadrah Arsyad, Fodgadik A.R. Amiruddin, Fpi Sulsel Agussalim s., Rhoemah Djoeng Moh. Nasrun, Dpd Fpi Sulsel Muh. Faizal S., Ketua Forum Sulawesi HM. Amin Thalib, Ketua Fpi Sulsel Ab Muchtar Alhabsi, Ketua Fuis Sulsel Muh. Ikbal, Loke Ketua PDM Makassar H.M. Said Abd. Sheman, Perwakilan Agama Hindu I Ketut Mundra, Sekr PP Pac Manggala H. Basri Sitaba, Ketua Kota Makassar Laskar Merah Putih Maulana, Ketua Hilmi Sulsel HB. M Shawab, Majelis Syabab Alawiyin HB. Ahmad Zeen Al-Habsyi, Pangda Fpi Sulsel Ilham Habbta, Japri Sulsel Hayat Anas.

Adapun pernyataan sikap tetang maklumat yang dipaparkan lansung oleh Ketua Presedium Firdaus Malie, Ss. S.Sos.I, 1. meminta untuk dilakukan pembatalan secara keseluruhan terhadap RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) mulai dari pengajuan, pembahasan serta pengesahan RUU HIP.
2. Cabut RUU HIP dari Proyek Legislasi Nasional (PROLEGNAS) di DPR RI.

3. Bubarkan Panitia Kerja (PANJA) RUU HIP.

4. Pembahasan tentang RUU HIP jelas-jelas telah menurunkan harkat dan martabat serta menurunkan kelas dari pada haluan Ideologi Pancasila yang semula merupakan landasan konstitusional yang tinggi dalam UUD 1945, disamping itu merupakan sumber dari segala sumber hukum.

“Dengan pembahasan RUU HIP jelas-jelas menurunkan derajat Ideologi
Pancasila yang hanya di atur dalam bentuk Undang-Undang
(RUU HIP).”ucapnya.

Selanjutnya, Disamping itu adanya tafsir baru dalam bentuk RUU HIP menjadikan pancasila terdegradasi eksistensinya. Karena itu tidak perlu lagi ada RUU tentang Pancasila.”jelasnya.

5. Usut dan tangkap pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali
paham Komunis, Marxisme, Leninisme, Atheisme dan Liberalisme.

6. Stop kedatangan orang-orang yang berpaham komunis bekerja dan beraktifitas dan bertempat tinggal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”ujar Firdaus Malie, Ss. S.Sos.I, usai konferensi pers.

Gerakan Pengawal Maklumat Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (GPM-MUI Prov. Sul-Sel).

Naga Makassar : Rudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here