Italia Tengah: Vespa Pertama Kali di Buat 23 April 1946 di Florence

0
6775

Vespa berarti Tawon/Lebah (Bhs.italia)

.
Singkat cerita sebelum membuat sepeda motor, Piaggio merupakan perusahaan besar yang memproduksi mesin pesawat, namun karena adanya Perang Dunia II perusahaan tersebut dibom oleh sekutu sehingga bangkrut. Kemudian mereka berfikir untuk menciptakan kendaraan yang mampu memenuhi kebutuhan mobility. Proses pembuatan prototype pun dimulai dengan dipimpin oleh Corradino d’Ascanio. Pada waktu itu prototypenya diberi nama dengan ‘MP’.

Sampai pada prototype yang ke enam, ketika ditunjukan kepada pemilik Piaggio, Enrico Piaggio, saat melihat melihat prototype MP6 tersebut, ia secara tidak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tersebut, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’, dikutip dari Wikipedia .

Kalau melihat desainnya, untuk Vespa klasik memang sangat menyerupai dengan lebah terutama pada bagian belakangnya. Selain itu pada bagian yang juga biasa disebut dengan ‘tempong’ juga bisa lepas, layaknya sebuah ‘sayap’.

Bagaimana para Scooteris, sekarang sudah tahukan kenapa motor unik tersebut diberi nama VespašŸ˜Š.
.
*SEJARAH VESPA DI INDONESIA

Apakah Anda tahu Vespa di Indonesia sejak tahun 1960-an. Dulu hanya PT Danmotors Indonesia Vespa sebagai importir Vespa. Dapat dikatakan bahwa harga Vespa waktu itu setara dengan harga sebuah rumah tipe sederhana. Sejak itu Vespa menjadi kendaraan yang paling populer dari kendaraan bermotor oleh masyarakat.

VESPA KONGO adalah vespa penghargaan dari pemerintah Indonesia kepada kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Kongo saat itu. Pasukan bernama Kontingen Garuda (disingkat KONGA atau Pasukan Garuda) yang turut diperhitungkan di dunia dibandingkan pasukan perdamaian negara lain itu adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Awalnya, saat Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Mesir langsung mengadakan sidang menteri luar negeri negara-negara Liga Arab dan merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia dengan datang langsung ke Ibu Kota RI waktu itu yaitu Yogyakarta. Untuk membalas budi Mesir dan Liga Arab, Presiden Sukarno membalas pembelaan negara-negara Arab di forum internasional dengan mengunjungi Mesir dan Arab Saudi pada 1956 dan Irak pada April 1960.

Pada 1956 itu, ketika Majelis Umum PBB memutuskan menarik mundur pasukan Inggris, Prancis dan Israel dari wilayah Mesir, Indonesia mendukung keputusan itu dan untuk pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.

KONGA II dikirim ke Kongo pada 1960 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 1.074 orang, bertugas di Kongo September 1960 hingga Mei 1961.

KONGA III dikirim ke Kongo pada 1962 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 3.457 orang, terdiri atas Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur, bertugas hingga akhir 1963. Menpangad Letjen TNI Ahmad Yani pernah berkunjung ke Markas Pasukan PBB di Kongo (ketika itu bernama Zaire) pada tanggal 19 Mei 1963.

Setelah menyelesaikan tugas perdamaian yang berat, Pasukan Garuda menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Vespa (sumber lain mengatakan ada juga penghargaan berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Di pasaran diketahui adanya vespa Kongo tahun 1963 untuk kontingen 2 dan 3. Kurang diketahui apakah kontingen 1 juga mendapatkannya, karena informasi semacam ini tidak mudah didapat. Yang menarik dan tidak diketahui banyak orang, pemberian vespa tersebut tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran dalam hal kepangkatan. Vespa berwarna hijau 150cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, disusul vespa berwarna kuning dan biru 125cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah.

Selain itu guna membedakan vespa tersebut dari vespa lain yang satu tipe, disematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya. Maka berseliweranlah vespa-vespa tersebut di jalan-jalan sehingga vespa dengan pantat bulat tersebut dikenal sebagian masyarakat sebagai vespa Kongo, sementara sebagian lain justru menyamaratakan dengan nama vespa ndog (telur) karena bagian samping kanan kirinya bulat mirip telur.

Vespa Congo tidak diproduksi di Italia melainkan di Jerman. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras daripada Vespa bulat umumnya, vespa ini memiliki tingkat kelengkapan yang lebih daripada vespa buatan Italia yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T).

Ciri khas Vespa Kongo :

1. Spakboard bulat tidak ada sambungannya seperti vespa umumnya.
2. Ring (pelek/teromol) 10 inchi.
3. Punya tonjolan seperti tombol/saklar di sambungan koplingnya (posisi setang sebelah kiri).
4. Spidometer kotak & agak besar (berbeda dengan spidometer VNA/VNB).
5. Ada lambang garuda di body depan sebelah kiri (sekarang jarang yang ada).
6. Di atas spidometer ada lampu kecil seperti lampu cabe.
7. Nomor mesin diawali dengan kode VGLB.
8. Pada BPKB tercantum tulisan ex Brigade Garuda III.
.
Sumber : vespa.com, otoasia.com
instagram : @pewarna.foto.jadul
#vespa
#VespaIndonesia
#SejarahVespaIndonesia
#sejarah
#motor
#indonesia
#fotojadul
#fotolawas
#pewarnafoto
VESPA NUSANTARA (VENUS)
VESPA EXTREME INDONESIA
Vespa Sprint Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here