Pohon Pelindung dipusat Kota Takalar ditebang, Siapa yang Bertanggung Jawab

0
6450

LENSANAGA.ID,,Takalar- Kita selalu terpana setelah mengetahui pohon yang biasa berdiri rindang dan berusia puluhan tahun ditebang. Protes segera dilayangkan, tapi semua terlambat; pohon yang sudah ditebang tidak akan kembali, dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membesarkan dan menjadikannya bagian dari lingkungan.

Pohon yang terletak di jalur jalan Lingkar Area Publik Taman Hutan Kota Takalar yang terletak didepan Kantor Inspertorat tiba-tiba ditebang, area yang menjadi Tanggung Jawab Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan (DLHP) sekaligus menjadi jalur lalu lintas Alternatf dan pusat kegiatan ini seharusnya perlu mendapat perhatian serius, karena kehadiran pohon diarea Pusat kota sangat dibutuhkan

Perancangan pohon di taman sudah direncanakan dari awal dan lepas dari pusat kegiatan dan infrastruktur kota, sehingga yang perlu diperhatikan adalah apakah pohon tersebut mati atau keropos. Jika mati dan keropos harus segera diganti.

Bagaimana jika pemerintah Daerah yang menebang pohon? Pemerintah Daerah mempunyai peran yang paling besar dalam mempertahankan atau sebaliknya menebang pohon. Mereka selalu berdalih bahwa penebangan atau pemindahan dilakukan dengan alasan pembangunan

Tidak dapat dipungkiri, pembangunan disebuah Wilayah selalu menjadikan pohon sebagai korban. Pohon bukan prioritas utama untuk dipertahankan jika bertemu dengan kepentingan yang lebih besar, seperti pembangunan Sektor Area Publik, Wisata, tranfortasi dan Lain-lain

Apakah ada kompensasi jika yang berkepentingan atas pemamfaatan Lahan tersebut adalah bagian dari jajaran Pemerintah.?

Seharusnya ada rambu-rambu bagi pemerintah Daerah untuk mengantisipasi penebangan pohon. Dimulai dengan pendataan, yang meliputi segala aspek, sehingga apabila pemerintah Daerah perlu menanam, memangkas, memotong, atau memindahkan pohon, Warga Takalar mengetahui alasannya. Kemudian dibuat kebijakan-kebijakan yang mengatur, sehingga pohon dapat dipertahankan dan dijaga, dan ini menjadi landasan bagi kebijakan yang berhubungan dengan penebangan pohon dari waktu ke waktu.(red/Haeruddin Nompo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here