Tambang Liar di kelurahan Bonto kadatto tetap beraktifitas, Polres Takalar kecolongan, Pemkab Takalar Diduga Tutup Mata

0
7324

lensanaga.id-Takalar–Aktivitas penambangan tak memiliki izin tambang (IUP/OP) yang berlokasi di kelurahan Bontokadatto kecamatan polsel kabupaten Takalar, diduga ada pembiaran dari pemerintahan setempat.

Aktivitas Tambang ilegal dengan menggunakan alat berat excavator ini sepertinya tidak pernah mendapat teguran dari pemerintah Kelurahan Bonto kadatto maupun pihak pemerintah kabupaten Takalar.

Seharusnya Pemerintah setempat dalam hal ini Lurah Bontokadatto, Camat Polsel, dan Bupati Takalar harus Turun bersama dengan Polres Takalar yang sudah berkali-kali melakukan Operasi Penertiban terhadap para pengelolah tambang Tanpa izin Resmi (Ilegal) ini dengan sebuah tindakan, siapapun yang membekingi Penambang Liar yang seolah-olah kebal Hukum ini

“03/09/20, informasi dari masyarakat Kecamatan Polsel saat ditemui, mengungkapka, bahwa dari Operasi Penertiban masih ada Tambang Tanpa izin Resmi(ilegal) yang beroprasi yaitu lokasi Ajji Jarung,Pak Agus, dg Patta dan dg Liwang Kini beroprasi kembali dan kami dari masyarakat berharap besar bagi pihak-pihak yang berwewenan untuk segera memberhentikan segera tambang Tanpa izin( ilegal), ungkapnya kemedia online lensa naga.

Polres Takalar dalam beberapa Operasinya akhir-akhir ini sepertinya tak digubris oleh Para pengelolah Tambang, sudah sepantasnya APH bersikap atas ulah Nakal pengelolah Tambang Liar ini yang sudah jelas melabrak UU karena tidak memiliki Dokumen lengkap, sebelum muncul desakan ke DPRD Takalar untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP)

Sebab Hal tersebut bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, namun diatas Tanah itu sejarah Kemerdekaan Republik ini terukir dengan Ikon megah Monumen LAPRIS yang dimiliki Butta Panrannuangku(Haeruddin Nompo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here