Perspektif mahasiswa Terhadap pembelajaran Sekolah dan di Rumah Oleh Teman-teman dari Universitas Negeri Makassar

0
7842

lensanaga.id-Teman-teman dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra daerah Universitas Negeri Makassar yang disusun oleh kelompok 2 mencoba memberikan sedikit perspektif mereka terhadap pembelajaran di sekolah. Teman-teman yang berjumlah lima orang ini yang diantaranya :
–         Adrian Hidayat
–         Sri Rukmaeni Resa
–         Novianti Agustina
–         Nurul Fajri Alhabsyi
–         Elma Wahyuni
Merupakan sebuah bentuk pembelajaran untuk mereka dan jega sebagai penilaian terhadap pembelajaran di sekolah dan di rumah. Ini tuisannya!

Perspektif Mahasiswa Terhadap Pembelajaran di Sekolah dan di Rumah
Pendidikan adalah salah satu bentuk pengaplikasian seseorang terhadap orang lain misalnya pembelajar ke pebelajar. Pendidikan adalah perbuatan fundamental yaitu guru sebagai pendidik (mendidik) harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diberikan kepada siswa yang dididik. Guru selain mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik juga mampu memberikan pendidikan karakter (adab) kepada peserta didik. Mengajar dan mendidik itu berbeda tetapi merupakan dua hal yang penting dalam mengembangkan potensi peserta didik. Guru hendaknya memperhatikan dalam mengajar dengan memberikan konten yang menarik agar siswa sehingga tidak merasa jenuh, bosan saat belajar dari rumah (daring) begitu pun saat belajar di sekolah.

Dalam pendidikan ada dua paradigma yang perlu diketahui, yaitu paradigma lama (tradisional) dan paradigma modern (baru). Paradigma baru merupakan sebuah pendidikan yang mengandung masyarakat terdidik, masyarakat yang cerdas. Akan tetapi, saat ini paradigma dalam sistem pendidikan harus diubah. Formalitas dan legalitas tetap saja menjadi sesuatu yang paling penting dan subtansi sesuatu yang tidak bisa diabaikan apalgi hanya untuk mengajar tataran pada formal saja. Sedangkan Paradigma lama merupakan paradigma yang muncul sebagai suatu penyebab terjadinya revolusi ilmiah dan sistem pembelajaran yang dulunya berlaku pada abad industri ke sistem pembeljaran yang berlaku pada abad sekarang ini, yang menggunakan sistem paradigma baru.

Seperti sekarang ini, pembelajaran daring/online sangat membuat siswa ataupun mahasiswa merasa terkendala baik dari faktor jaringan yang sulit dijangkau, ekonomi, dll. Maka sebaiknya guru diharapkan mengerti kedaan siswanya ketika ada siswa yang mempunyai kendala,dan memberikan proses pembelajaran yang efektif dan menarik,agar dalam diri siswa tidak terdapat rasa bosan dan jenuh. Pada proses pembelajaran daring ini, siswa hendaknya memiliki keterampilan dalam proses pembelajaran yaitu aktif dalam berdiskusi dan memberikan saran atau pendapat ketika terdapat kesalahan pada forum diskusi yang berlangsung. Guru mengharapkan sikap siswa selama pembelajaran daring lebih baik dari sebelumnya, yang jauh lebih baik lagi pada saat pembelajaran tatap muka, dan memiliki sikap yang bertanggung jawab, sopan, dan memilki etika yang baik.

Dalam memanusiakan manusia muda tentunya dengan proses pendidikan yang melalui hominisasi dan humanisasi. Proses humanisasi adalah sebuah proses yang sifatnya terbuka, maksudnya manusia dapat lebih bisa leluasa untuk menguasai ilmu pengetahuan beserta penerapannya, Seperti penghayatan seni ataupun sebagainya. Proses hominisasi ini yaitu suatu proses pengembangan manusia sebagai makhluk hidup yang bisa berdiri sendiri, hidup mandiri, dan memenuhinya kebutuhannya. Proses hominisasi dan humanisasi merupakan satu kesatuan yang terjadi di dalam suatu kehidupan seperti kebudayaan yang memuat unsur unsur umum.

Pengajaran dan pelatihan serta pembimbingan itu juga perlu diperhatikan oleh seorang pendidik (guru). Pengajaran  adalah proses  perpindahan ilmu dari orang yang satu yang disebut  guru dan diterima oleh orang  yang disebut murid.  Proses yang memiliki sistem dan regulasi yang harus dilalui secara administratif dan juga berjenjang baik dalam lingkup instansi maupun non instansi.

–         Sekolah
Pengajaran  yang dilakukan  memiliki  batasan  yang termaktub  dalam sebuah aturan dalam lingkup sekolah tersebut. Proses pengajaran yang dilakukan secara bertahap dengan berlandaskan kurikulum dengan capaian  dan tujuan masing-masing. Proses pengajaran  yang dilaksanakan secara tatap muka mempermudah Penyerapan ilmu lebih efisien dan juga lebih mudah dipahami. Kembali pada sang pengajar bagaimna metode dan juga tekhnik mengajarnya.

–         Rumah
Pengajaran yang dilakukan  dirumah secara daring dengan mengandalkan tekhnologi yang mempermudah untuk penyaluran ilmu kurang efektif karena ketidaksiapan pengajar, siswa dan juga sistem sehingga  membuat pengajaran  dirumah.

Pelatihan adalah suatu proses penerapan  ilmu keterampilan yang merujuk pada pengimplementasian.
–         Sekolah
Pelatihan  yang dilakukan disekolah lebih efektif  karena siswa lebih mudah memahami pelatihan yang diberikan dengan mampunya melihat pelatihan tersebut dari berbagai sudut.
–         Rumah
Pelatihan yang dilaksanakan dirumah cenderung sulit dipahami apalagi untuk diimplementasikan karena banyaknya kekurangan  dan juga keterbatasan dengan kendala  yanh terjadi ketika pelatihan  daring dirumah.
Pembimbingan adalah suatu proses membawa, mengarahkan dan menuntun.
–         Sekolah
Pembimbingan yang dilakukan disekolah  lebih mudah dan juga lebih efektif dalam penerapan kepada siswa dan cepat mengerti.
–         Rumah
Pembimbingan yang terbilanh sulit karena bangaknya halangan dan masalah yang membuat proses pembimbingan lebih susah dibanding di sekolah.
Hasil belajar dari pembelajaran saat di sekolah dan di rumah pun berbeda, berdasarkan yang dialami hasil belajar di sekolah itu lebih efektif kebanding pembelajaran di rumah. Hasil belajar ini mencakup tiga ranah yaitu sebagai berikut:

–         Kognitif
Dalam proses pembelajaran di rumah menurut kami sangat tidak efektif dalam segi pemahaman, pengetahuan, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Sedangkan proses pembelajaran di sekolah lebih efektif
–         Psikomotorik
Dalam proses pembelajaran dirumah yang meliputi keterampilan, gerakan, dan kemampuan. Menurut saya sangat tidak efektif. Sedangkan dalam proses pembalajaran di sekolah lebih efektif  karena kita akan lebih paham,
–         Afektif
Dalam proses pembelajaran di rumah menurut kami tidak efektif dari segi sikap, emosi, perasaan, dan minat. Sedangkan dalam proses pembelajaran disekolah lebih efektif karna siswa dapat mengeluarkan sikap, emosi, dan perasaan lebih maksimal.

Naga Takalar: Marwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here