Arahan PJs Walikota Batam, Mengunakan Masker Sudah Garis Merah

0
6277
Judul Arahan PJs walikota batam mengunakan masker sudah garis merah di batam
Judul Arahan PJs walikota batam mengunakan masker sudah garis merah di batam

LENSANAGA.ID-Batam-Kasus covid di batam sudah semakin meningkat maka pemerintah kota batam menganjurkan supaya masyarakat batam memakai masker serta menjauhi keramaian.
di kantor walikota media garda menemui
Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, soal
Kasus Covid-19 yang ada kota batam telah kembali menyasar di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN),

Pemerintah Kota Batam kembali memperpanjang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) hingga 7 Desember mendatang. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran penularan Covid-19 bagi pegawai Pemko Batam.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan, penyebaran virus masih terjadi di kalangan ASN, terutama mereka yang bertugas di Puskesmas. Selain itu pertumbuhan kasus setiap hari belum berhasil dikendalikan.

“Untuk menghindari paparan yang lebih luas dan melindungi ASN, terutama mereka yang berisiko terpapar, WFH kembali diperpanjang,” kata Syamsul, Selasa (1/12).

Sambungnya, surat edaran terdahulu tanggal 1 Desember, seharusnya ASN kembali bekerja. Namun, berdasarkan peta dan data fluktuatif penyebaran yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam, serta risiko penyebaran, jumlah pegawai yang masuk kantor dibatasi hanya 25 persen dari total pegawai keseluruhan.

“Seharusnya, 1 Desember ini sudah bekerja normal. Tapi, penularan di pegawai masih terjadi. Nanti, OPD yang atur soal ini. Yang penting pelayanan tidak boleh terganggu. Baik pelayanan kesehatan, maupun pengurusan dokumen kependudukan dan lainnya,” ulasnya.

Penutupan kantor diberlakukan, apabila ada kasus positif Covid-19 ditemukan. Kantor akan ditutup selama tiga hari dan disterilisasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Syamsul, meminta meskipun bekerja dari rumah, ASN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan kewajiban. Tidak boleh ada kelalaian dalam bertugas. Pegawai juga wajib mengisi Laporan Kinerja Harian (LKH).

”Sampai saat ini sudah ada 224 tenaga medis yang terpapar, dan 143 ASN. Tentu kita harapkan dari kalangan pegawai ini bisa ditekan. Makanya saya ingin protokol kesehatan tetap dijalankan. Tidak saja di kantor namun juga di rumah,” tegasnya.

Syamsul mengatakan, saat ini masih menunggu informasi terkait mengenai vaksin dari pusat. Hingga vaksin datang, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan perilaku hidup sehat seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Kami berharap secepatnya kondisi normal, dan semua aktivitas di lingkungan Pemko Batam juga seperti semula,” ujar Syamsul.

Terpisah, Humas RSUD Embung Fatimah, Novi menyebutkan, dari 27 Nakes yang terpapar virus Corona waktu lalu, kini sudah dinyatakan sembuh. Namun demikian, pihak rumah sakit masih belum membuka layanan khusus IGD.

“Iya, saat ini IGD belum buka. Kami masih melakukan analisa untuk membuka pelayanan kembali,” sebutnya.

Seperti di ketahui, awalnya hanya 5 nakes yang terpapar Covid-19. Kelima nakes terdiri dari 1 dokter, 1 petugas apotik dan 3 orang perawat. Penutupan layanan IGD awalnya dari tanggal 17-20 November.

Namun ternyata, setelah hasil swab keluar, ada tambahan nakes yang terpapar Covid-19, jumlahnya menjadi 27 orang. Melihat situasi ini, pihak RSUD-EF memperpanjang penutupan layanan IGD dari tanggal 20 November sampai sekarang.(red/fjk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here