Terduga Teroris di Sulsel, Berhasil Diamankan Densus 88 Mabes Polri diback Up Polda Sulsel

0
7898
Terduga Teroris di Sulsel, Berhasil Diamankan Densus 88 Mabes Polri diback Up Polda Sulsel
Terduga Teroris di Sulsel, Berhasil Diamankan Densus 88 Mabes Polri diback Up Polda Sulsel

LENSANAGA.ID-Makassar — Jumpa Pers, Kepolisian Daerah Polda Sulawesi Selatan gelar Press Release yang dibuka langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam di Aula Mappaodang, Mapolda Sulawesi Selatan Kota Makassar, Kamis 07/01/2021.

VID-20210107-WA0045

Dalam giat Press Release tersebut, Kapolda Sulsel yang didampingi
Kabid Humas, Kabag Penum, Densus 88 Mabes Polri, Dir Reskrimun serta turut dihadiri para awak media sulsel, membahas terkait Penangkapan dan Penembakan Teroris di Villa Mutiara Cluster Biru, Jalan Boulevard Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.

Adapun barang bukti yakni, Rangkaian Bom, Senpi Laras Panjang jenis PCP 6 Pucuk, Senjata Tajam, Parang, Badik, Pedang, Samurai, Busur dan Buku Buku Bersifat Provokatif Radikal, Dll.

Dalam sambutannya Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam menyampaikan Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sulsel Telah melakukan penangkapan terduga teroris sebanyak 20 orang di 5 titik yang ada di Sulsel.

” Dan Dilakukan juga penangkapan 18 orang di lokasi berbeda di 5 titik lokasi penangkapan diantaranya. Villa Mutiara Makassar, kecamatan. Sudiang Raya Makassar, kecamatan Tallo Makassar, kecamatan Somba Opu kabupate Gowa, Desa Taulo Alla kabupaten Enrekang.” ucap dia.

” Hingga 2 orang terduga teroris ditembak mati oleh Tim Densus 88 Mabes Polri pada saat penangkapan kerena melakukan perlawanan di Villa Mutiara Makassar.” ungkap dia.

Lanjut, Kapolda mengatakan, telah dilakukan pengintaian dari tahun 2015 sampai dengan 2021 yaitu pada kejadian kemarin hari Rabu di villa mutiara yang dilakukan penangkapan oleh densus 88 mabes polri.” ujar dia.

“Dalam Keterlibatan pelaku merupakan jaringan JAD bersama 100-an jamaah yang lainnya pernah melakukan baiat kepada khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di pondok pesantren dibawa kepemimpinan ustad Basyir yang meninggal di Nusakambangan atas kasus teror.” jelas dia.

Tambahnya, ” Mereka juga mengadakan kajian khusus pendukung Daulah di villa mutiara. Dan pada 2016 bersama keluarga pernah bermaksud bergabung dengan ISIS, namun digagalkan di Bandar Udara Soekarno Hatta.” ucap dia.

” Pelaku keseluruhan yang diamankan berjumalah 20 orang dengan 17 laki-laki dan 3 perempuan. Sehingga 18 terduga teroris di bawa ke Mabes Polri di Jakarta untuk dilakukan pendalaman usai dilakukan penggerebekan.”tutur Kapolda saat jumpa pers.(red/Rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here