Statement Mendikbud Hilangnya 20 Persen Kompentensi Belajar Siswa

0
7983
Statement Mendikbud Hilangnya 20 persen kompentensi belajar siswa
Statement Mendikbud Hilangnya 20 persen kompentensi belajar siswa

LENSANAGA.ID-JAKARTA-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendibud) Nadiem Makarim memberi Penjelasan bahwa hanya terdapat satu solusi untuk menangkal adanya learning loss. Salah satunya adalah tatap muka. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) disebut akan memberikan dampak pada learning loss atau kehilangan kompetensi belajar siswa. Bahkan hasil survei kemendikbud terbaru menyebutkan adanya gap loss learning hingga 20 persen.23/01/2021, 06:19 Wib

Seperti yang dilansir salah satu media, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendibud) Nadiem Makarim memberi stetment bahwa hanya terdapat satu solusi untuk menangkal adanya learning loss. Salah satunya adalah tatap muka ke siswa langsung.

 

Selanjutnya
Langkah pertama yang terpenting adalah sekolah yang sangat sulit melakukan PJJ, harus masuk tatap muka sekolah lagi. Itulah adanya salah satu solusi untuk biar mereka tidak lebih lagi ketertinggalan,” di jelaskan oleh Nadime lewat webinar Merdeka Belajar,sudah mentransformasikan Pendidikan Indonesia, Jumat (22/1).

 

Akan tetapi, saat pembelajaran tatap muka (PTM) sudah di jalanan sekarang ini, dia meminta pemerintah daerah (pemda) mengambil peran. Sekolah harus dibantu oleh pemda dalam menggelar PTM, mulai dari penyediaan sarana dan pengawasannya.
Jadi benar-benar bertanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membantu akselerasi sekolah tatap muka di tempat-tempat yang paling sulit melakukan online hal Ini pertama yang harus dilakukan oleh pihak Pihak pemerintahan,” di tutur oleh Bpk. Totok.

Disamping itu, pihaknya juga akan mendampingi pemda yang memutuskan untuk membuka sekolah. Hal ini agar learning loss tidak semakin melebar antar daerah,”menurut Bpk. Totok.

Lebih lanjut pihak kami akan mendampingi Pemda yang mungkin banyak dari mereka yang mungkin pelan-pelan membuka sekolah di tempat-tempat 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Kita akan dorong untuk membantu memfasilitasi tersebut,” ujar Bpk. Totok.

Dalam Penelitian yang dilakukan pihaknya, terdapat potensi learning loss atau kehilangan kompetensi belajar siswa akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ),” kata Bpk Supriyanto menjabat sebagai kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan serta Perbukuan (Kabaglitbangbuk) dari ke menteri pendidikan Dan budaya (kemendikbud). Dari hasil 20 persen sekolah secara nasional mengaspirasikan sebagian siswa tidak memenuhi kompetensi.

Setiap 20 persen sekolah mengaspirasikan sebagian siswa tidak memenuhi standar kompetensi,” menurut Bpk. Totok. Dari hasil sebagian 20 persen inilah yang diduga mengalami learning loss yang paling besar hanya 20 persen,” ungkap Bpk. Totok. Dalam rapat dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI secara Hearing pada kamis, 21/1 di jelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh tidak maksimal di gunakan setiap siswa,” di tambahkan oleh Bpk. Totok.(red)

Sumber: jef

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here