Tim Kuasa Hukum Johanis Lapiek Segera Melaporkan ahli waris Ganna bin Ronrong 

0
8420
Tim Kuasa Hukum Johanis Lapiek Segera Melaporkan ahli waris Ganna bin Ronrong 
Tim Kuasa Hukum Johanis Lapiek Segera Melaporkan ahli waris Ganna bin Ronrong 

LENSANAGA.ID-Makassar — Camat Panakkukang Muh Tahir Rasyid, S.IP pimpin mediasi antara ahli waris Johanis Lapiek dan ahli waris Ganna bin Ronrong yang dihadiri Sekcam Panakkukang, Lurah Panaikang, dilaksanakan di Kantor Kecamatan Panakkukang. Rabu, (03/01/2020)

 

Dalam mediasi tersebut, setelah camat Panakkukang Muh Tahir membuka mediasi, dia meminta kepada kuasa hukum Ahli johanis lapiek menyampaian bukti bukti kepemilikan ahli waris johanis Lapiek.

 

Hadi Soetrisno dan rekan selaku kuasa hukum Ahli johanis lapiek menyampaikan,” bahwa lokasi Johanis berasal dari tanah adat persil No. 87 D II Kohir 1111 C1 tercatat atas nama Jauhary dimana ahli Jauhary yang bernama Bimbi menjual kepada Jono tahun 1972 dengan bukti akte jual-beli yang dibuat dihadapan pejabat Kecamatan Panakkukang, kemudian Joni menjual kepada Johanis Lapiek pada tahun 1994 juga dengan bukti akte jual beli yang di buat di kantor Kecamatan sebagai PPATs dengan batas batas sebagi berikut:
Batas Utara : Matius Pondan, Agustinus K, Marten K.
Timur         : Batjo Kalamang, (H Samaila)
Selatan      :  Pemerintah/Saluran Limbah PLTU
Barat     : Simon Ruruk, Gannna bin Ronrong.

 

“Menurut Hadi, saat menjelaskan di hadapan camat Panakkukang dan ahli waris ganna, menguraikan bahwa batas batas yang ditunjuk di dalam akte jual beli klien kami Johanis tahun 1994 berbatasan di sebelah barat adalah milik Ganna bin Ronrong

 

Merujuk kepada akte milik Simon Ruruk No 465/VIII/1985 yang merupakan tetangga Johanis lapiek, setelah ditelisik ternyata akte milik Simon Ruruk menunjuk batas sebelah Timur adalah Yohanis Lapiek,

 

Demikian pula akte nomor 466/VIII/1985 atas Matius Tellu Pondan menunjuk batas Selatan adalah Johanis Lapiek.

Selanjutnya dari batas batas otentik itu, sangat jelas kata Hadi, tanah milik johanis Lapiek sangat jelas batas batasnya, apatalagi telah diterbitkan surat keterangan Sporadik oleh Lurah Panaikang yang disaksikan  RT dan RW. dan Bukti pembayaran PBB dari tahun 1975 sampai dengan Tahun 2020 masih tercatat atas nama Johanis Lapiek,” kata Hadi selaku Kuasa Ahli waris Johanis Lapiek.

 

Sementara Ahli waris Gannna bin Ronrong (Hartati) hanya menyebut, tanah Ganna bin Ronrong dasar rincik Persil no 87, Ki ohir 1736 C1 dan tidak menyebut batas batasnya yang jelas ketika camat Panakkukang mendesak untuk menyebut batas batas milik Ganna, dia tidak dapat menjelaskan dengan jelas dan tegas.

Andi Mallanti sebagai Ketua Tim Kuasa Ahli waris Johanis Lapiek saat memberikan keterangan kepada awak media setelah Mediasi, mengatakan,” dengan dilaksanaknanya mediasi ini, tentu kami sangat Apresiasi camat Panakkukang dan jajarannya, meskipun hasilnya tidak ada kesepakatan, tapi sudah bisa kami jadikan dasar untuk segera melakukan pelaporan di kepolisian  dan segera mengambil langkah langkah hukum melaporkan ahli waris Ganna bin Ronrong yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum pidana penyerobotan dan penggelapan hak atas benda tak bergerak milik orang lain pasal 385 KUPidana karena telah merugikan klien kami,” Jelas Mallanti.(red/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here