Lecehkan Wartawan, Kepsek SDN 05 Madukoro Minta Maaf, Kepada Media Jurnal Reformasi

0
8441
Lecehkan Wartawan, Kepsek SDN 05 Madukoro Minta Maaf, Kepada Media Jurnal Reformasi
Lecehkan Wartawan, Kepsek SDN 05 Madukoro Minta Maaf, Kepada Media Jurnal Reformasi

LENSANAGA.ID-Lampung Utara. – Kepala Sekolah SD Negeri 05 Madukoro, Kabupaten Lampung Utara, Dwi mengaku bersalah dan minta maaf karena mengibaratkan Jurnalis Media Jurnal Reformasi.Rabu 16/03/2021.

 

Sebutan bernada menghina ini dialamatkan kepada media jurnal reformasi.

 

Hal tersebut bermula saat salah satu jurnalis media Cetak dan online dari Jurnal Reformasi (Tabrani).yang menemui oknum Kepala Sekolah (Dwi Margiyati) untuk melakukan konfirmasi terkait kesiapan sekolah tersebut dalam menghadapi tatap muka dan sekaligus ingin mengajak bermitra kerjasama berlangganan koran.

 

Namun dengan nada meremehkan, Dwi balik menanyakan lebih baik jualan daster pak pasti saya beli ditimbang menawarkan koran dengan saya ujarnya.Rabu 10/03/2021.

“Tanggapan Kepala Sekolah tidak enak, dia malah menyebut daripada menawarkan koran lebih baik jualan daster ,” kata tabrani.

Tak terima dengan ucapan itu, tabrani bersama berapa awak media lain menerbitkan berita online yang judul nya ( Hina Wartawan,Kepsek SDN 05 Madukoro: Dari Pada Jualan Koran, Lebih Baik Bapak Jualan Daster).”jelasnya.

Ditempat yang berbeda, Kepala sekolah Dwi Margiyati ingin mengkalarifikasikan atas ucapannnya tersebut kepada media jurnal reformasi selasa 16/03/2021.

Dwi “Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar2nya kepada media jurnal reformasi atas ucapan saya kemarin yang tak pantas bicara seperti itu.”lanjutnya.

Masih kata Dwi “Namanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan setiap ucapan pasti ada kala salah dan jadi pelajaran buat kedepannya dan gakkan diulangi lagi”Ungkapnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut,Kepala sekolah SDN 05 Madukoro, dan beberapa dari sejumlah awak media laiinya yang menyaksikan atas ucapan maaf oknum kepala sekolah Dwi margiyati.

Lanjut Tabrani “Ya saya terima maafnya buk dwi karena sudah menyadari ucapannya..

Buat kedepannya kalau bisa jangan terulang lagi baik dengan saya maupun kepada rekan-rekan media lainnya.

Kami media selaku sosial kontrol di lapangan, itu juga kalau ada kegiatan disekolah “Tutupnya. (Red/Why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here