Tim Gabungan KPU Amankan pelaku serta 43.795 Butir Ekstasi Di Batam

0
7942
Tim Gabungan KPU Amankan pelaku serta 43.795 Butir Ekstasi Di Batam
Tim Gabungan KPU Amankan pelaku serta 43.795 Butir Ekstasi Di Batam

LENSANAGA.ID-BATAM- Tim Gabungan (KPU) kantor pelayanan umum Bea dan Cukai Tipe B Batam, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Subdit Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta turut hadir Bareskrim Mabes Polri, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 43.795 butir atau senilai Rp9 Miliar narkotika jenis ekstasi asal Malaysia yang akan diselundupkan melalui jalur laut.

 

Letak Lokasi kejadian berada di sekitaran pesisir Pantai Tanjung Piayu, Sei Beduk, Batam pada hari Jumat, 19 Maret 2021 dan di Utama Houseware, Baloi, lubuk baja pada hari Sabtu, 20 Maret 2021.

 

“Hari Jumat, 19 Maret 2021 Tim Gabungan KPU serta PSO BC Batam, Subdit Narkotika serta Bareskrim Mabes Polri menerima informasi akan ada upaya penyelundupan narkotika jenis ekstasi ke wilayah Batam,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, Kamis (25/3/2021).

 

Demikian selanjutnya dikatakan, menurut informasi barang haram tersebut berasal dari negara Jiran, Malaysia. Menindaklanjuti hal tersebut Tim Gabungan langsung melakukan penyelidikan dan menemukan petunjuk bahwa barang haram tersebut akan masuk di daerah pantai Tanjung Piayu, Sei beduk, Batam.

 

Selanjutnya hari Sabtu, 20 Maret 2021 pukul 05.30 WIB, Tim Gabungan berhasil menemukan satu tas besar berwarna hijau di sekitar Pantai Tanjung Piayu yang disinyalir berisi narkotika. Setelah diamankan , Tim Gabungan berhasil menemukan dan langsung meringkus seorang pria berinisial A yang akan menjemput tas yang diduga berisi narkotika tersebut. Kemudian Tim gabungan melakukan controlled delivery atas narkotika tersebut, sehingga Tim berhasil mengamankan 2 orang pria berinisial FK dan MA yang akan menjemput tas yang diduga berisi narkotika tersebut.

 

Barang bukti hasil penegakan hukum itu meliputi dari 9 (sembilan) bungkus narkotika jenis ekstasi dengan berat bersih 13.124.7 gram atau sejumlah 43.795 butir, dengan nilai ditaksir sekitar Rp9 Miliar.

 

“Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Bareskrim Mabes Polri untuk diproses secara hukum lebih lanjut,” pungkas Susila Brata.

Berikut pasal yang menjerat tersangka Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/ penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimal Rp10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah).

Laporan: Desi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here