Oknum Guru DIduga Ancam Berhentikan Murid

0
5994
Oknum Guru DIDUGA Ancam Berhentikan MURID
Oknum Guru DIDUGA Ancam Berhentikan MURID

Lampung Tengah,lensanaga.id- Program Indonesia Pintar (PIP) adalah Program Jokowidodo untuk mendukung wajib belajar 12 tahun, agar murid yang kurang dan tidak mampu dapat mengenyam Pendidikan sampai jenjang SMA, SMK sederajat, sesuai dengan Pemendikbud No 10 Tahun 2020, akan tetapi hal tersebut disalah artikan oleh Oknum Guru di SMA Smrt Insni, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar.

Menurut informasi narasumber tidak lain adalah wali dari murid berinisial (NA), menurut wali tersebut bahwa anaknya di ancam oleh Oknum Guru yang berinisial (MD), bersama (RD) akan dikeluarkan dari sekolah apabila ibunya tanya-tanya soal dana PIP lagi.

Iya pak’ kata wali tersebut kepada awak media “Anak saya di ancam oleh guru, dengan kata-kata seperti ini” Sampaikan sama ibu kamu jangan tanya-tanya masalah PIP lagi ya, kalau kamu gak mau Saya keluarkan dari sekolah ini” terang Narasumber.

Dan saat ini lanjut narasumber, ” anak saya takut karena bahasa guru tersebut sampai saat ini anak Saya menangis terus dirumah karna ketakutan diancam akan diberhentikan, ujar narasumber.(9/04/21)

Pada saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMA IT Smrt Insni bapak Ujng mengatakan bahwa tidak ada Intimidasi terhadap murid, namun sangat disayangkan, kedua Oknum guru yang Diduga mengancam murid tidak dihadirkan tanpa alasan yang jelas.

Kami juga sangat menyesalkan Sekolah sebesar SMA IT Smrt Insni tidak memasang Bendera Merah Putih, padahal pejuang kita tempo dulu berjuang mati-matian sampai titik darah terakhir untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Kami juga melihat tidak adanya papan transfarasi penggunaan anggaran Dana Oprasional Sekolah (BOS) ini jalas sangat melanggar JUKNIS BOS.

Kepada Dinas terkait dan Penegak Hukum agar dapat segera menindak lanjuti terkait Dugaan Intimidasi merumahkan murid yang terjadi di SMA IT Smrt Insni, Desa yukum jaya, Kecamatan Terbanggi Besar agar hal serupa tidak terjadi lagi di Sekolah lain.

Laporan: Aan kunaifi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here