Krisis Air Bersih Masyarakat Pekon Tanjung Anom Menjerit KPSPAMS Tidak Berjalan dengan Lancar

0
6897
Krisis Air Bersih Masyarakat Pekon Tanjung Anom Menjerit KPSPAMS Tidak Berjalan dengan Lancar
Krisis Air Bersih Masyarakat Pekon Tanjung Anom Menjerit KPSPAMS Tidak Berjalan dengan Lancar

Tanggamus , Lensanaga.id- Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) memiliki arti penting dan strategis dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Mereka adalah orang-orang yang diharapkan mampu mengimplementasikan, mengelola, merawat sarana prasarana, melakukan penguatan kelembagaan, sampai pemberdayaan perempuan sehingga dapat menjadi kelompok yang profesional dan mandiri.

KPSPAMS disebut sebagai ujung tombak pengelolaan sarana prasarana air minum dan sanitasi. Dalam pengelolaan agar terbuka kepada masyarakat. Anggota KPSPAMS diharapkan paham keuangan, administrasi, dan teknik pengembangan pengelolaan air bersih.

Namun, yang terjadi di Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kota Agung Timur dimana KPSPAMS Barokah dalam mengelola dan merawat sarana prasarana air minum dikeluhkan konsumen. Masyarakat meradang. Pasalnya, asupan air bersih berkurang. Terjadi krisis air bersih.

Seperti yang disampaikan oleh Sumpeno warga Pekon Tanjung Anom sekaligus konsumen KPSPAMS Barokah mengeluhkan pelayanan. Dimana air bersih PAMSIMAS tersebut tersendat-sendat. mengalir jika malam hari saja. Sedangkan selama ini para konsumen air bersih tersebut sudah membayar kewajibannya. Konsumen menuntut haknya atas pasokan dan ketersediaan air bersih. Jum’at, 23 April 2021.

Selanjutnya, Sumpeno (51) juga mempertanyakan legalitas dan regulasi atau payung hukumnya KPSPAMS Barokah. Menurutnya Badan Usaha itu harus ada badan hukumnya. Sedangkan pihak KPSPAMS sudah menarik iuran dengan para konsumen. Dana tersebut dikemanakan ? Kok terjadi krisis air bersih seperti ini. Program pembangunan sumber air dari Jabak yang sudah menelan biaya banyak tersebut dikemanakan ? Yang penting kami konsumen ini sudah membayar kewajiban kami. Sekarang kami menuntut hak kami atas air bersih.” Ungkapnya.

Tambahnya, seharusnya Pamsimas itu menggunakan sumber mata air sendiri. Sedangkan Pamsimas saat ini tetap menggunakan pasilitas yang sudah ada sejak dulu, sebelum program Pamsimas ada. Paralonnya dari sumber mata air sampai ke bak penampung masih menggunakan paralon yang lama. Akibat dari sumber air di Jabak tidak dialirkan kolam-kolam warga dan sawah mengalami kekeringan.

Terpisah, Sarno (55) pengelola KPSPAMS Barokah Pekon Tanjung Anom menjelaskan ” Bahwa benar konsumen mengeluhkan prihal krisis air bersih. Ini sedang kita perbaiki. Terkait sumber air di Jabak tersebut airnya tidak masuk lab (kurang higienis, red). Jika masyarakat ingin menggunakannya silahkan buat kelompok sendiri. Perbaiki sendiri. Dikarnakan sumber air Jabak itu tidak masuk Pamsimas. Dan, Pamsimas itu khusus air bersih saja dan tidak untuk mengaliri kolam dan sawah.terang nya (red/doli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here