Diduga Proyek Siluman Pembangunan Saluran Drainase di Gg. Perintis Pekon Kampung Jawa

0
8822
Diduga Proyek Siluman Pembangunan Saluran Drainase di Gg. Perintis Pekon Kampung Jawa
Diduga Proyek Siluman Pembangunan Saluran Drainase di Gg. Perintis Pekon Kampung Jawa

Pesisir Barat Krui, Lensanaga.id- Pekerjaan Proyek Pembangunan Saluran Drainase di Gg. Perintis Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung mulai disoroti warga setempat.

Pasalnya, Pekerjaan Proyek yang sudah berjalan hampir dua minggu ini mencapai 30 % tersebut tanpa papan nama Proyek.

Hal itu kemudian mendapat sorotan dari warga setempat bahwa proyek yang dibangun Pemerintah Daerah khususnya Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat diduga Proyek Siluman. sebab, sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyek tersebut saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.

“Proyek yang dikerjakan tanpa papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran” tegas salah satu warga berinisial Uj (45th) warga gang perintis kepada awak media.
Rabu 28/04/2021.

Hal senada juga diungkapkan salah satu warga berinisial Li (40th),
“Semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memberikan surat pemberitahuan kepada pihak Pemerintahan Desa supaya kalau ada masyarakat bertanya ini proyek apa ?, ” ungkapnya.

Lanjut Li, dia sangat menyayangkan seperti konsultant pengawas lapangan yang tidak memonitoring dan menegur rekanan agar supaya memasang papan informasi proyek saat akan dimulai pekerjaan.

Menurutnya, sesuai amanah undang – undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 dan Perpres no 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012,dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azaz transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan”ungkapnya.

Saat dikonfirmasi awak media pihak kontraktor atau pihak ketiga yang mendapat pekerjaan ini mengatakan, bahwa “papan nama proyek belum dipasang karena pihak konsultant belum memberikan papan nama proyek” ucap owner proyek.

Untuk pekerjaan drainase tersebut menggunakan dana APBD dengan pagu anggaran sekitar 190 jutaan,jelas zarkoni selaku kontraktor.

Laporan; Jhon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here