Proyek Peningkatan Jalan Way Redak – Walur Menuai Kecaman

0
7812
Proyek Peningkatan Jalan Way Redak - Walur Menuai Kecaman
Proyek Peningkatan Jalan Way Redak - Walur Menuai Kecaman

Pesisir Barat Krui – Lensanaga.id- Proyek Peningkatan Jalan Way Redak – Walur bersumber dari dana APBD.P tahun anggaran 2021 di Kabupaten Pesisir Barat yang dikerjakan oleh CV. DENITA PUTRI dengan nilai kontrak
Rp. 340.448.700., dengan Lokasi Kegiatan Disamping Kantor Kejaksaan Krui tepatnya di Pekon Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, menuai kekecewaan.
Rabu 05/04/2021.

Kegiatan pekerjaan yang dilakukan oleh CV.Denita Putri dengan panjang kurang lebih 325 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 cm Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang mana menelan anggaran hingga Rp 340,448,700., disinyalir banyak kejanggalan dalam melakukan pengerjaan terutama dalam komposisi adukan material bangunan jalan tersebut dan
terkesan pengerjaanya asal jadi.

Hal ini di jelaskan ketua forum komunikasi putra-putri purnawirawan Indonesia (FKPPI) , Bedi Madali mengatakan bahwa dalam pengerjaan ini jauh dari kata sesuai.

“sudah saya lihat pengerjaannya mulai dari adukan hingga campuran antara pasir,batu dan semen yang tidak mengacu standarisasi spesifikasi yang sudah ditentukan dan pemakaian batu yang tidak sesuai, material batu yang seharusnya memakai batu 2/3 dilapangan pengerjaannnya malah memakai batu 3/5″ jelas bedi.

Sedikit agak aneh menurutnya, ketika di konfirmasi kepihak pelaksana serta menanyakan siapa kontraktor dan pengawas dilapangan serentak pekerja dilapangan berbohong dan juga mengatakan tidak ada pelaksana mereka berdalih pekerja harian semua (upahan).

Dikonfirmasi melalui sambungan via telepon selulernya, Kepala bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR Pesisir Barat Andrian Sani mengaku dan mengatakan, pekerjaan tersebut benar menggunakan ukuran batu tersebut.
“Benar bang itu pake material segitu” timbalnya.
Ketika ditanya lebih terperinci, kepala bidang tersebut mengelak dan mematikan sambungan teleponnya, kemudian awak media menyambangi kekantornya yang bersangkutan tidak ada ditempat serta sulit untuk di temui hingga berita ini terbit.

Bedi sapaan akrab, mengatakan sebagai ketua GM FKPPI Pesisir Barat pihaknya selalu crosscek ke lapangan, memantau dan memperhatikan supaya hasil pembangunan dibumi para saibatin dan ulama ini lebih maksimal dan tahan lama terlebih untuk di nikmati manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami ini bukan organisasi sembarangan kami juga sudah ada mandat dari Bapak Bupati supaya mengawal Pembangunan di Kabupaten Pesisir Barat ini,tapi kalau seperti ini hasilnya bisa kecewa beliau (Agus istiqlal) pasti hasil yang didapat tidak maksimal, jadi saya minta kepada pihak Kontraktor untuk bekerja maksimal supaya mendapatkan hasil yang memuaskan, dan kepada instansi terkait agar kiranya bersama sama memantau pembangunan yang ada di bumi para sai batin dan ulama ini”
pungkasnya.

Laporan: Jhon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here