Tak Terima Diberitakan, Aparatur Desa Sri Menanti Keroyok Wartawan

0
8103
Tak Terima Diberitakan, Aparatur Desa Sri Menanti Keroyok Wartawan
Tak Terima Diberitakan, Aparatur Desa Sri Menanti Keroyok Wartawan

LENSANAGA.ID-Lampung Utara, – Usai memberitakan terkait bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Andi Saputra (28) Wartawan online hariantempo.com malah dikeroyok dan dianiaya oleh sejumlah Aparatur Desa Srimenanti, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, selasa (01/06/2021).

Penganiayaan serta pengeroyokan yang di dilakukan oleh sejumlah Aparatur Desa Srimenanti, diduga kuat terkait pemberitaan yang di muat oleh hariantempo.com yang berjudul, “diduga dimainkan, Penerima PKH dan BNPT Desa Srimenanti Mengeluh “.

Selaku Korban Penganiayaan, Andi Saputra yang juga sebagai anggota Organisasi Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Pesisir Barat mengatakan kejadian Penganiayaan dan Pengeroyokan yang dilakukan oleh Aparatur Desa dan Sanak Famili dari Kepala Desa ini terjadi di Kediaman atau rumahnya di RT004/RW 003, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tanjung Raja.

” kejadian ini karena Aparat Desa Gak terima dengan hasil pemberitaan saya, meski sesuai dengan fakta yang ada. Seharusnya kalau gak terima terkait berita yang saya buat, silahkan di klarifikasi dan berikan hak jawab sesuai Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Tetapi mereka mendatangi rumah saya dan mengeroyok saya, “Ungkap Andi.

Kemudian Andi mengungkapkan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh empat (4) Orang Oknum Perangkat Desa kepada Dirinya. saat Kejadian Penganiayaan direkam oleh sang istri, Dalam Video Amatir yang berdurasi 30 Detik itu menunjukan Aksi keributan yang terjadi.

Tak hanya itu, Andi juga memperlihatkan Video Kepala Desa ikut merampas handphone miliknya yang waktu itu dipakai untuk merekam aksi anarkis sang Oknum Aparat Desa setempat.

Atas Kejadian Penganiayaan dan Pengeroyokan yang menimpa Dirinya, pada rabu (02/6/2021) Andi Saputra bersama dengan DPC AJO Indonesia Lampung Utara akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum.

Sementara itu, Menyikapi peristiwa yg menimpa salah satu jurnalis dari media hariantempo.com sekaligus juga anggota dari Aliansi Jurnalistik Online Indonesia Pesisir Barat, Plt. Ketua DPD AJO Indonesia Lampung, Danial MM Meminta Kepada Aparat Penegak Hukum khususnya kepolisian sektor Tanjung raja untuk mengusut tuntas dugaan penganiayaan yg menimpa salah satu jurnalis anggota DPC ajo Indonesia pesibar di kediaman nya di Kabupaten Lampung Utara.

Danial berharap Kejadian serupa tidak terulang lagi dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk menyikapi sebuah Karya Jurnalistik sesuai dengan acuan undang- undang pers no 40 thn1999 dimana dimungkinkan untuk menggunakan ruang hak jawab sehingga hal-hal yg dapat mengarah pada upaya intimidasi dll dapat di minimalisir dan fungsi kontrol pers dapat berjalan sebagaimana mestinya .(Humas AJO).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here