7 Pohon Jati Di Depan Kantor Desa Diduga Dijual Belikan dan Hasilnya masuk Kantong Kepala Desa

 

Lensanaga.id-Takalar- Kabupaten Takalar, Kecamatan Mangarabombang, Desa Topejawa, disepanjang jalan depan Kantor Desa Topejawa terlihat beberapa pohon Jati berjejer yang sering di tempati masyarakat berteduh kini sudah tidak Ada dan tinggal bekas pemotongan yang nampak sehingga mengurangi keindahan pemandangan bagi penguna jalan apa lagi di Desa Topejawa terdapat Wisata yang tiap hari ramai di kunjungi.

7 Pohon jati yang sudah berumur sekitar 10 Tahun lebih yang dimana penanaman pohon tersebut di lakukan oleh KKN di tahun 2008-2009, Seharusnya pohon jati tersebut hanya di pangkas jangan di babak sampai habis baru kayunya di jual Bos ., Bukan anda Bos yang tanam itu pohon kah Tidak nah susaijaki bos dan itu pohon sudah lama Bos disitu jangan cuma masuk jadi kepala Desa hanya merusak tatanan seharusnya selaku kepala desa berpikir apa yang bisa dikerja untuk kepentingan masyarakat itu yang utama. ungkap salah satu masyarakat sekitar yang tidk mau disebut namanya, 20/05/22.

“20/05/22., Ibu anti selaku Sekdes Desa Topejawa di konfirmasi lewat WhatsApp nya mengatakan bahwa yang potong pohon jati itu adalah pak desa cuma di pangkas aja pak dan itu pohon jati juga merusak jadi di pangkas, ” Ditanya berapa pohon jati yang di potong, di pangkas dan dimana batangnya disimpan., Dijawab Ibu Sekdes,’ tidak tau pak setahuku cuma dipangkas pohonnya., “ibu sekdes Heran” karna sekdes tidak tau bahwa pohon jati depan kantornya di potong dan tidak tau dikemanakan juga itu batangnya ., Berarti kesimpulan juga ini ibu sekdes diduga jarang masuk kantor .

“Sumber” Ia mengatakan, diperpanjang jalan kalo benar betul ada proyek jalan masuk Didesa kenapa tidak sekalian babak semua pohon di sepanjang jalan yang di kerja jangan cuma pohon yang di depan kantor desa yang dipotong, pohon yang di tebang oleh pak desa adalah pohon jati yang dimana kayunya dijual harganya mahal dan bisa jadi hasil penjualan pohon jati yang sudah ditebang masuk kantong kepala desa.(red)

Reporter: DG.Nompo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.