Angka Perceraian Tahun 2022 Meningkat, Program Strategis Pencegahan Diperlukan

Angka Perceraian Tahun 2022 Meningkat, Program Strategis Pencegahan Diperlukan

Lampung Barat- Pengadilan Agama (PA) Krui Lampung Barat (Lambar) mencatat hingga Desember tahun 2022 telah menangani sebanyak 593 angka perceraian, data itu diharapkan menjadi bahan pertimbangan Pemkab Lambar membuat program strategis pencegahan.

Hal itu diungkapkan Humas Pengadilan Agama Krui Arif Fortunately kepada media ini saat ditemui dikantornya, Rabu (4/1/2023).

Menurutnya perlu dilakukan langkah tepat dari pihak terkait agar angka perceraian di Lampung Barat tidak semakin banyak.

“Artinya perlu kerjasama semua sektor khususnya instansi terkait untuk semakin intens memberikan sosialisasi ataupun hal lain terkait perkawinan, sehingga pasangan suami istri yang akan menikah benar-benar siap dan matang dalam menjalani rumah tangga, karena pernikahan ini kan suatu hal yang sakral yang harus dipertahankan seumur hidup,” ungkap Arif.

Kemudian Arif menjelaskan, faktor yang paling dominan dan menonjol yaitu seringnya terjadi perselisihan dan pertengkaran terus-menerus yang merupakan akibat dari faktor ekonomi.

“Sebenarnya kedua permasalahan tersebut saling berkaitan karena biasanya adanya perselisihan karena sudah tidak saling cocok dan faktor ekonomi itu sendiri, tetapi memang ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pasangan suami istri memilih untuk berpisah,” ungkapnya.

Faktor lain yang dimaksud terangnya yaitu seperti mabuk, perjudian, KDRT, murtad, penjara dan lain sebagainya.

Untuk perkara perceraian tahun ini di dominasi perkara perceraian yang di ajukan pihak istri atau cerai gugat sebanyak 458 perkara, sedangkan untuk cerai talak dari pihak suami ada sebanyak 115 perkara. Jumlah tersebut terbilang meningkat di banding tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan tahun 2021 lalu bisa di bilang angkanya meningkat, karena tahun lalu ada sebanyak 459 cerai gugat dan 131 cerai talak,” jelas Arif.

“Kita berharap untuk tahun 2023 ini angka perceraian menurun yang artinya kita berharap agar tidak ada lagi perceraian dan pasangan, suami istri tetap menjalani rumah tangga yang Sakinah Mawadah Warohmah,” pungkas dia. (Yusup/Ade)

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment