Bunda Literasi Kota Metro, Silfia Naharani Membentuk sentra-sentra kreatif

Bunda Literasi Kota Metro, Silfia Naharani Membentuk sentra-sentra kreatif

 

Metro – Bunda Literasi Kota Metro, Silfia Naharani berupaya membentuk sentra-sentra kreatif, melalui pelatihan dan bimbingan masyarakat, dengan menggerakkan SDM di perpustakaan kelurahan.

“Dikarenakan Bunda Literasi itu sampai di tingkat kelurahan, maka kita juga melakukan pembinaan di tingkat kelurahan. Tentunya juga dibimbing oleh Dinas Perpus. Kemudian, kita juga berharap di perpustakaan di kelurahan tidak hanya sekedar untuk tempat membaca, tapi di situ juga bisa juga untuk tempat pelatihan,” kata Silfia, saat menghadiri kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP), di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) setempat, Kamis, 26/10/2023.

“Seperti yang sudah ditampilkan di sini ini, itu adalah hasil dari teman-teman yang sudah dilatih oleh perpustakaan. Sehingga menjadi jembatan pemerintah untuk membentuk sentra-sentra kreatif di kelurahan. Antara lain, kita optimalkan di perpustakaan kelurahan,” sambungnya.

Dia berharap, slogan Generasi Emas Metro Cemerlang bukan sekadar menjadi ungkapan saja tapi juga dapat direalisasikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengajak semua kalangan untuk dapat mewujudkan misi tersebut.

“Kita berharap Metro benar-benar menjadi kota literasi dalam rangka pencapaian Generasi Emas Metro Cemerlang. Berarti, bukan sekadar slogan saja, tapi benar-benar terimplementasi. Metro ini juga berusaha menggerakkan komunitas yang bergerak di budaya, ataupun finansial dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mendorong diterapkannya literasi digital yang terdiri dari empat pilar penting, guna mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yakni digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

“Seperti misalnya ya, banyak sekali hasil tulisan yang kalau kita lihat dari anak-anak kita, itu saya kemarin sudah mendapatkan kurang lebih sekitar 50 karya-karya, termasuk dari guru-gurunya. Nah, ini merupakan salah satu juga dari bagian itu, tapi banyak sekali hasilnya. Nah, kalau tadi itu dimasukkan ke digital kan enak sekali kan literasi nya. Dimasukkan digital, maka orang yang mudah untuk membaca,” tandasnya.(ADV)

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment