Gardu ANIEM Adalah Bukti Sejarah Abad 19 “Salatiga

0
328

SALATIGA lensanaga.com_Pada era masa kolonial, listrik adalah kebutuhan dasar dan faktor terpenting saat itu. Salatiga sebagai kota garnisun pada pertengahan abad 18 sangat membutuhkan pasokan listrik untuk penerangan dan mengaktifkan alat komunikasi dan sebagainya,

sehingga dibutuhkan sebuah alat untuk mendistribusikan listrik tersebut kekantor atau rumah-rumah tertentu di Salatiga ( mengingat saat itu listrik adalah barang mewah)

Alat tersebut adalah transformator, berfungsi untuk menyalurkan daya listrik tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya. Untuk melindungi alat beserta komponen listrik ini maka Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM) yg merupakan perusahaan swasta pengelola listrik asal Belanda ini mendirikan bangunan berarsitektur khas Belanda dengan bertembok tebal lebih dari 30cm, hanya memiliki satu pintu untuk akses masuk, satu jendela dan beratapkan beton yang menyatu dengan tembok.

Bangunan berbentuk kotak yang tersebar di berbagai titik dikota ini di kenal dengan nama Gardu ANIEM ( merupakan singkatan dari perusahaan). Kemungkinan besar dulu bangunan ini ada puluhan karna dipakai sebagai distibusi listik dari PLTA di Jelok, Tuntang sampai ke kota Salatiga dan sekitarnya.

Namun setelah kemerdekaan Indonesia, pengelolaan Gardu ANIEM diambil alih oleh PLN dan telah beralih fungsi. Salah satunya adalah gardu yang sangat terawat dan di alih fungsikan, berada di sebelah GKJ TU Pancasila, gardu ini telah menjadi loket pembayaran berbagai layanan kebutuhan masyarakat. Namun beberapa Gardu ANIEM yang ada saat ini tidakdifungsikan,terlantar dan kurang terawatkeberadaanya.

Keberadaan Gardu ANIEM adalah bukti sejarah sudah adanya layanan listrik yang dikelola pihak swasta era kolonial di Salatiga, sekaligus bukti maka bahwa peradaban kota ini sudah mengalami kemajuan dan berkembang di awal abad 19(.red)

#salatigabutuhmuseum
#saveourheritage
#cagarbudayasalatiga
#antstoryteller

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here