MENYUSURI KOTA KUNO CANDI MUARO JAMBI

MENYUSURI KOTA KUNO CANDI MUARO JAMBI

Candi Muarojambi, yang berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Jambi, yakni sekitar 30 kilometer, merupakan salah satu objek wisata sejarah di Provinsi Jambi.

Situs purbakala yang berada di di Kabupaten Muarojambi adalah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara. Kompleks situs candi kuno Muarojambi ini juga dikenal sebagai tempat pengajaran agama Buddha yang sudah ada sekitar seribu tahun lalu.

Candi yang terletak di Danau Lamo, Maro Sebo, dan dekat dengan Sungai Batang Hari ini memiliki 82 reruntuhan bangunan kuno (menapo).total titik situs bangunan candi mancapai 110 titik bangunan candi yang tersebar diareal seluas 4000 hektar..

Tidak hanya luasnya yang diperkirakan berukuran delapan kali Borobudur, komplek Candi Muarojambi disebut juga sebagai situs kota kuno di Sumatera..

Candi Muarojambi diperkirakan berasal dari abad ke-10 Masehi. Kompleks candi ini, kali pertama dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke, yang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer.

Lalu, pada 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran yang serius yang dipimpin R. Soekmono. Perkiraan peninggalan di Candi Muarojambi berkisar dari abad ke-9-12 Masehi.

Di situs ini sudah sembilan bangunan telah dipugar, semuanya bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

Beberapa arkeolog juga menyimpulkan, kompleks Candi Muarojambi dahulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Hal itu nampak dari ada manik-manik yang berasal dari Persia, China, dan India.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.