Miniatur Siger Yang Diprotes Sudah Melalui Verifikasi Camat & Kabupaten, Siapa Yang Disalahkan.?

LENSANAGA.ID-Tulang Bawang Barat – Sempat hilang dalam beberapa waktu saat Miniatur Siger di Tiyuh Totomakmur Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang terpasang pada lampu jalan itu Viral dan menjadi objek perbincangan di media sosial Facebook, Bahkan Miniatur Siger yang merupakan salah satu identitas Provinsi Lampung itu mendapat Protes keras dari Federasi Adat Megou Pak karna bentuknya yang dinilai melecehkan.

Baru-baru ini Madrim sang kepala Tiyuh Totomakmur berhasil di Konfirmasi dan memberikan keterangan informasi terkait bentuk Miniatur Siger pada tiang lampu penerangan jalan yang mendapat Protes dari sejumlah pihak.

Informasi yang di sampaikan Madrim melalui Konfirmasi via WhatsApp pada Minggu (27/6/2021) malam, Pembangunan tiang lampu penerangan jalan yang terdapat Miniatur Siger itu di bangun pada Tahun 2020 dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020.

Maski sudah menetap dan menjadi Warga lampung hingga menjabat sebagai Kepala Desa/Tiyuh di Kabupaten Tubaba Madrim mengaku dirinya tidak tau persis Mengenai bentuk Siger lampung.

“O. gitu ya, saya enggak tau kalau memang masih ada yang kurang mas mengenai bentuknya. Enggak dari dulu mas. Ya udah nanti tak suruh Pokmas benerin,” Cetusnya.

Dia mengaku bahwa tindakannya yang menyuruh Pokmas untuk melakukan pemasangan miniatur siger pada Tiang lampu penerangan jalan tersebut bertujuan agar siger lebih dikenal dimasyarakat setempat.

“Ya, mohon maaf malah saya enggak tau kalau itu enggak boleh dipasang, tujuan saya supaya simbol siger dikenal dimasyarakat. Kalau memang salah kenapa kok enggak diingatan dari dulu, itu program tahun yang lalu (Dana Desa 2020),”ujar Madrim, Minggu (27/6/2021) malam via WhatsApp.

Madrim mengungkapkan bahwa dalam Pembangunan tiang lampu penerangan jalan tersebut sudah melalui beberapa proses hingga disetujui oleh Kecamatan dan Pemkab Tubaba.

“Ya musyawarah, dari dusun terus ke tiyuh laju diperencananya lewat pendaping desa dan di verifikasi camat dan diajukan ke kabupaten. Soal design Siger, enggak tau saya yang penting saya suruh bikin siger,” Kata dia.

Madrim mengaku terdapat kesalahan pada pembuatan miniatur siger itu, namun kata dia, kesalahan tersebut ada pada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang diketuai Dedi.

“Yang ada mas hanya mohon maaf bila ada mungkin kekurangan TPK saya, itu aja. Karena kekurang pahaman TPK saya mas,” kelitnya. (Yoga/pau)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.