Minta Polda Sulsel Tertibkan Tambang Ilegal Galian C di Desa Manjapai” Mesin Pompa Penghisap Pasir”

 

GOWA –(LENSANAGA.ID)- Praktik penambangan galian C secara ilegal, faktanya menjadi masalah klasik di Kabupaten Gowa. Apalagi masalah ini sudah diketahui APH (Aparat penegak hukum) sejak lama, namun bisnis gelap ini tetap berjalan dengan mulus.

Tidak adanya upaya APH secara tegas, juga menjadi celah bagi penambang liar berbuat sesuka hati. Apalagi turut terendus, Diduga ada oknum aparat yang seharusnya menindak, justru kabarnya malah main mata, dan diduga turut bermain didalamnya demi meraup keuntungan pribadi, Kamis (26/05/2022).

Ironisnya, keresahan masyarakat yang bertahun-tahun terkena dampak, malah terabaikan. Alhasil semua sama dimata hukum, terkesan jadi slogan semata.

Kondisi ini pula yang dirasakan akibat praktik penambangan galian C jenis pasir dan tanah secara ilegal di lingkungan Dusun Karebasse , Desa Manjapai, Kecamatan bontonompo, kabupaten Gowa. Walaupun galian C ini di jalankan secara ilegal, namun praktik terus berjalan tanpa gangguan diduga penambang kebal Hukum.

Lokasi Tambang pasir galian C yang berada di Dusun Karebasse yang kini mengunakan Mesin Pompa penghisap pasir dimana beroperasi dengan bebas yang dpat mengakibatkan longsor pasalnya mesin pompa penghisap pasir Yang mengunakan selang penghisap pasir dibawa dasar tanah yang tidak terbatas pengambilannya .

“26/05/2022.,Salah satu warga Dusun Karebasse Desa Manjapai yang tidak mau disebut namanya “Ooo.. kalau lokasi tambang ini sudah ada bertahun-tahun di Kecamatan Bontonompo, Walaupun ilegal, tapi gak ada yang berani ganggu, lancar aja semua. Penegak Hukum pun kayaknya tutup mata aja tu,“ungkap salah seorang warga

“Padahal akibat praktik ilegal itu, tak hanya merugikan Pemerintah, warga sekitar pun mengaku telah menjadi korban akibatnya tanah mudah longsor dan tanaman sekitar lokasi tidk bisa lagi di olah dengan baik seperti dulu . Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan,” tambahnya.

Lihat saja jalan jadi rusak karena lintasan ratusan truk setiap harinya yang mengangkut material tersebut. Belum lagi kami merasakan debu akibat muatan truk itu tiap kali melintas,apa lagi musim hujan jalan penuh lumpur campur pasir yang mengakibatkan penguna jalan berhati-hati dikarenakan becek rawan kecelakaan.

sangat tidak masuk akal jika mereka tidak mengetahui persoalan ini, patut dicurigai, mungkin karena ada kongkalikong, sehingga membuat oknum aparat penegak hukum di Kabupaten Gowa tutup mata. Apalagi ini sudah beroperasi sangat lama.

“Kami sangat yakin Kapolda Sulsel beserta jajarannya tak akan tinggal diam dengan pelanggaran hukum seperti ini dan segera menindak lanjuti masalah ini. Berantas mafia tambang ilegal demi menjaga citra Kepolisian yang ternoda gara-gara segelintir oknumnya yang tak mampu menegakkan hukum secara benar karena tak mampu melawan godaan,” tutupnya (Nompo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.