Nasib anggaran media online di kota metro devisit

0
282

Metro-lensanaga.com-Anggaran kegiatan terkait Kerjasama Kemitraan dengan media massa yang terdapat pada APBD Murni tahun anggaran 2019 tidak mencukupi kebutuhan anggaran selama satu tahun penuh.hal ini juga telah berlangsung pada beberapa tahun anggaran sebelumnya,hal tersebut menyebabkan di perlukannya anggaran tambahan pada setiap APBD Perubahan tahun anggaran berjalan.

Anggaran APBD Murni Tahun Anggaran 2019 untuk langganan surat kabar dan majalah melalui iegiatan kemitraan dengan Media Cetak,dan electronik No DPA: 2.10.01.18.14 sebesar rp.1.060.080.000,.hanya mencukupi untuk pembayaran selama 8 (delapan) bulan saja.sedangkan kebutuhan anggaran di perlukan selama setahun (12 bulan) adalah sebesar rp: 1.679.420.000,-. Sehingga terdapat kekurangan anggaran sebesar rp:619.340.000,-

Anggaran untuk Publikasi Khusus dan Advetorial di media massa (media cetak,televisi dan media online) melalui kegiatan penyebar luasan informasi Pemerintahan Daerah Kota Metro No DPA 2.10.01.18.02, Sebesar rp.583.896.400,- juga tudak mencukupi untuk satu tahun anggaran penuh.kebutuhan anggaran selama satu tahun di perlukan sebesar rp.2.155.296.400,- sehingga terdapat kekurangan anggaran sebesar rp.1.571.400.000. sesuai dengan laporan kebutuhan penambahan anggaran kegiatan kemitraan dengan media massa pada APBD Perubahan T.A.2019 dari kominfo.pada (24/6/19)

Sementara angka yang di dapat dari Kepala BPKAD Kota Metro Supriyadi yang di titipkan melalui salah seorang stafnya Akbar adalah Anggaran untuk media electronik dan cetak rp: 1.060.080.000, untuk media online adalah rp: 503.000.000.

Nasib anggaran media online di kominfo devisit,ujar farida ketika di temui awak media benerapa waktu yang lalu.
mengingat jumlah media online yg ada cukup banyak sekitar 93 media online .

namun ketika kami pertanyakan dan ingin melihat media online apa saja yg terdaftar dikominfo pihak Kominfo terkesan enggan memberikan dan memperlihatkan daftar nama media dan wartawannya kepada kami awak media.
Kami hanya ingin memperjuangkan nasib media online yg ada di kota metro,klo mang ada ketransfaransian

Menurut kepala Bappeda kota metro Bangkit,selama ini kami lihat hanya beberapa media online yang terlihat aktif di metro,klo sampai membengkak mencapai 93 media kami ingin melihat media dan wartawannya yang ada dikota metro.(red/ahi/nia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here