Pembagian Celengan Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH .,” Diduga Salah Satu Mesjid dari Delapan Mesjid Masuk Kantong Oknum BPD Desa”.

 

Takalar- (Lensanaga.id)-Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Desa Topijawa dalam Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH yang dilaksanakan di salah satu lapangan di Desa Topijawa terbilang Sukses dimana Perayaan Idul Fitri Yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa dan di luar Desa ., Pasalnya celengan Lebaran idul Fitri sebanyak Rp 9.942.000.00 pada Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH.

“Celengan yang senilai Rp 9.942.000.00 yang di dapat dalam kegiatan Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH kini sudah terbagi-bagi dimana dari Celengan Perayaan Idul Fitri tersisa Rp 5.896.000.00 yang di bagi delapan Mesjid yang berada di Desa Topijawa,” ujar Salah satu Panitia dalam keterangan Media ini ,Kamis(19/04/22).

Ia menyebut, dalam pembagian celengan Idul Fitri dari delapan Mesjid senilai Rp 737.000.00 tapi masih ada salah satu Mesjid yang belum di berikan hak Celengan Idul Fitri sampai sekarang dimana dalam pembagian celengan itu salah satu Oknum BPD Desa yang membagikan setiap Mesjid di desa Topijwa.

“Lanjut , Saya Selaku Ketua Panitia pelaksana Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH sudah mengadukan persoalan ini kepada Kepala Desa Topejawa dan sampai hari ini belum ada informasi dari kepala Desa sudah sampai dimana persolan ini .

“10/04/22., Kepala Desa Topejawa juga di konfirmasi lewat WhatsApp nya, masalah persoalan pembagian Celengan Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH melempar persoalan kepada ketua Panitia ., Ungkapnya

Dari kesimpulan persoalan pembagian Celengan Perayaan Idul Fitri 1443 HIJRIAH. Salah satu Mesjid dari Delapan Mesjid yang menerima hasil celengan diduga Dana pembagian tidak diberikan katagori masuk Kantong Celana salah satu Oknum BPD Desa .

Arman Siantang selaku Kepala Desa terpilih Desa Topejawa tidak mampu menyelesaikan masalah dimana antara Oknum BPD desa dan Kepala Desa ada hubungan Emosional sehingga pak Desa tidak bisa mengambil tindakan selaku Kepala Desa .

Salah satu Tokoh masyarakat Desa Topejawa saat Ketemu di salah satu Warkop yang tidak mau disebut namanya., Mengecam Oknum BPD Desa Dan Kepala Desa Topejawa dimana Dana Pembagian Celengan Perayaan Idul Fitri di salah satu mesjid di Desa Topejawa tidak diberikan Hak Mesjid ini Sama saja tergolong orang tidak ber akhlak” masa uang Mesjid kamu makan” dan saya selaku masyarakat Kabupaten Takalar meminta kepada Bapak Bupati Syamsari Kitta dan H. Muhammad Hasbi selaku Sekda Takalar untuk mencabut SK BPD Desa Dan SK Kepala Desa Topejawa dimana Dana mesjid diambil apa lagi Dana Desa “Oknum-oknum inimi yang harus dibinasakan”,. Ungkap nya.

Reporter: Nompo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.