Pemerintah Gowa Kecolongan, Ribuan KPM Merugi Akibat Ulah UD.Nawir Selaku Supleyer BPNT

0
6620

LENSANAGA.ID,Gowa ,- Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa harus mengkaji ulang kerjasama dengan UD. Nawir selaku supleyer tunggal Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ).

Pasalnya menurut Dg Tarra LP KPK Anggota Divisi Tipikor Koordinator wilayah Sul-Sel bahwa UD.Nawir diduga sangat merugikan warga masyarakat Kabupaten Gowa terutama KPM penerima BPNT.

Masih menurut Syaripuddin Dg Tarra dugaan ini bukan hanya sebatas dugaan, tetapi apa yang dia sampaikan merupakan keluhan mayoritas KPM dari berbagai Kampung dan berbagai kecamatan se Kabupaten Gowa.

Sudah bertahun – tahun menurutnya KPM yang hampir mencapai 50 ribu dijadikan objek oleh UD.Nawir untuk mengeruk keuntungan dan memperkaya diri serta kroninya.

“Dari total bantuan sebesar Rp 200.000,- per KPM , mereka hanya diberi beras medium sebanyak 10 kg, telur 1 rak, ikan kaleng 2 buah, kesemua item tersebut bila ditotal dan dirupiahkan diperkirakan senilai Rp 145.000,-

Jadi ada dugaan Rp 55.000/ KPM bantuan yang rampas oleh UD.Nawir, Bayangkan berapa jumlah kerugian masyarakat Kabupaten Gowa , setiap bulannya bila jumlah KPM mencapai 55 ribu KPM,dalam perhitungan kami hampir mencapai milyaran ” jelas Dg Tarra.

“Oleh sebab itu kami berharap kepada bapak bupati , pak Sekda selaku ketua tim koordinasi bantuan BPNT untuk dapat mengevaluasi kerjasama dengan UD.Nawir sebagai penyalur BPNT” yang ditunjuk oleh Propensi .tambah dg Tarra.

Sementara itu pihak UD.Nawir belum bisa dimintai keterangannya, dan pendapat Syaripuddin Dg Tarra terkait viral nya berita menyangkut perusahaan yang diduga mengeruk untung dari KPM di Kabupaten Gowa terkesan menghindar dan memilih diam.

10/08/20,.Sementara itu Pak Kadis Sosial H.Syamsuddin B selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa di temui dikantornya, Mengungkapkan bahwa akan dipanggil pendamping BPNT dan Supleyer Kedinas, dan kalau pun itu benar akan beri teguran, dan apa pun bentuk dari teman-teman media dan LSM yang mendukung semua langkah yang dilakukan untuk mengungkap mafia pangan yang diduga dilakukan UD.Nawir selama bertahun-tahun.

“saya mendukung penuh apa yang dilakukan Media dan kawan- kawan di Kabupaten Gowa untuk mengungkap kasus ini.
Karna bantuan Sembako atau BPNT itu merupakan program pemerintah pusat untuk mengatasi masalah rawan pangan masyarakat miskin, jadi tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan bantuan ini untuk bermain – main dan memanfaatkan nya untuk mencari kekayaan.

“Lanjut Syaripuddin Dg Tarra Kepada pak Bupati Gowa juga saya berharap untuk dapat segera merespon pemberitaan ini, dan segera mengambil sikap untuk mengevaluasi UD.Nawir bila terbukti merugikan warga masyarakat, untuk apa mempertahankan UD.Nawir. Sebab bila masyarakat merasa dirugikan , lalu bupati tidak mengambil sikap, tentunya ini akan mengganggu dan dapat berpengaruh dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Kabupaten Gowa ini, apa lagi bapak Bupati ikut serta dalam pemilihan bupati” tambah Dg Tarra ( red/Haeruddin Nompo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here