Pemkot Metro Melalui Diskoperin Setempat Gelar Lomba Masak dan Pelatihan Membuat Tapis

Pemkot Metro Melalui Diskoperin Setempat Gelar Lomba Masak dan Pelatihan Membuat Tapis

 

Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Diskoperin) setempat, menggelar lomba masak dan pelatihan membuat tapis di Kecamatan Metro Barat. Acara berlangsung di RT 18, RW 05, Kelurahan Mulyosari, kecamatan setempat, Sabtu (22/6/2024).

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu dan kaum milenial (remaja muda) yang berada di Kecamatan Metro Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang di fasilitas oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Diskoperin) Kota Metro. Kegiatan ini dilakukan di lima kecamatan di Bumi Sai Wawai.

“Dalam kegiatan tersebut, ada pelatihan workshop kuliner dan pembuatan selendang tapis, yang diikuti oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Metro Barat. Jadi, kegiatan ini salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dia menyebut, dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, tentunya memiliki dampak positif yang dapat dipetik oleh masyarakat Kota Metro.

“Dampak positif adalah masyarakat bisa mengetahui bagaimana memasak yang baik, menyajikan masakan yang baik dan sehat, serta masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara membuat selendang tapis,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara royokan (bersama-sama), yaitu antara Diskoperin Metro, Dekranasda Metro, TP PKK Metro, dan dinas-dinas terkaiat.

“Konsep kegiatan ini adalah untuk mendekatkan diri antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga, kita bisa tahu masyarakat tersebut berada di wilayah mana saja, kemudian kita juga bisa mengetahui kreativitas masyarakat ibu-ibu di masing-masing kecamatan di Kota Metro,” ujarnya.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat bisa mengetahui tentang B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Sehingga, keluarga masyarakat dapat menjadi keluarga yang sehat dan mencegah stunting,” imbuhnya.

Sementara, Chef (Juru Masak) Lidya Putri, Juri pada Perlombaan Masak tersebut mengungkapkan, untuk kriteria penilaian dalam lomba memasak tersebut adalah 30 persen dari kreativitas, 30 persen dari citra rasa, 20 persen penyajian, dan 20 persen kebersihan.

“Jadi untuk kreativitas yang dinilai adalah dari pangan karbo, pangan protein, dan pangan vitamin dan mineral. Kemudian, penilaian dilanjutkan dari citra rasa, penyajian, dan kebersihan,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dampak positif yang sangat baik.

“Tentunya, lomba masak ini sangat bermanfaat untuk merangsang kreativitas ibu-ibu dan kaum milenial (remaja muda),” ujarnya. (Ferdy Genta)

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment