Pemkot Metro mengusulkan APBD perubahan tahun 2023 sebesar Rp.953.892.611.436

Pemkot Metro mengusulkan APBD perubahan tahun 2023 sebesar Rp.953.892.611.436

Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengusulkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2023 sebesar Rp.953.892.611.436.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, pengusulan tersebut untuk mencapai target indikator makro pembangunan yang mengindikasikan tingkat kesejahteraan masyarakat di Bumi Sai Wawai.

“Total perubahan pada pendapatan tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp.953.892.611.436 dari semula ditargetkan sebesar Rp.902.314.090.073. Hal tersebut mengalami kenaikan Rp.51.578.521.363,” Kata Wahdi pada Sidang Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023, Senin, 25 September 2023.

Dia menjelaskan, kenaikan ini berasal dari kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.39.833.232.921 dengan rincian kenaikan pajak daerah sebesar Rp. 3.582.000.000, kenaikan retribusi daerah sebesar Rp. 35.445.000, kenaikan lain-Lain PAD yang sah sebesar Rp.36.215.787.921.

“Selanjutnya, kenaikan juga berasal dari pendapatan transfer yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp.667.107.524.000 dan pada perubahan APBD 2023 diproyeksikan naik menjadi Rp. 678.852.812.442 atau naik sebesar Rp. 11.745.288.442,” ujarnya.

“Kenaikan pendapatan transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp.7.445.288.442 dan
kenaikan pendapatan transfer antar daerah sebesar Rp.4.300.000.000,” lanjutnya.

Wahdi menyebut, dari sisi belanja, terjadi kenaikan target belanja dari semula diproyeksikan sebesar Rp. 913.314.090.073 bertambah menjadi Rp. 1.009.031.184.018 sehingga menghasilkan defisit sebesar Rp. 55.138.572.582 yang selanjutnya ditutupi oleh Pembiayaan melalui Sisa Lebih Perhitungan Akhir (SiLPA).

“Adapun SiLPA yang digunakan untuk menutupi defisit dengan mengacu pada hasil audit BPK atas laporan keuangan tahun 2022 sebesar Rp.59.138.572.582,” ungkapnya.

“Perubahan proyeksi belanja terjadi pada Belanja Operasi, Belanja Modal dan Belanja Transfer. Sedangkan dari sisi pembiayaan pada Penyertaan Modal Bank Lampung ditargetkan tetap sebesar Rp. 4.000.000.000,” pungkasnya. (ADV)

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment