Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik

0
Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik.
Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik.

Tulang Bawang Barat – Miniatur siger pada Lampu jalan yang ada di Tiyuh Totomakmur Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendapat kritikan dari salah satu warga pribumi lampung.

Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik.
Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik.

Bagi masyarakat Pribumi lampung Siger merupakan sebuah kebagaan masyarakat sekaligus melambangkan Identitas masyarakat Lampung, Akan tetapi hal itu justru berbeda dengan miniatur Siger yang terpasang pada bagian Atas lampu Jalan yang berada di Tiyuh Totomakmur Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba)

Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik.
Dianggap Menghina Suku Lampung Miniatur Siger Pada Lampu Jalan Tiyuh Totomakmur Di Kritik.

Menurut Suhendri Miniatur Siger yang terpasang pada lampu jalan tersebut terkesan dibuat dengan asal-asalan sehinga tidak jelas bentuknya.

“Ini Siger kayak mana bentuknya aja nggak jelas kayak gini saya ya melihat ini justru malah ngerasa tersinggung memang dalam perencanaan dan pembuatannya itu apakah seperti ini gambarnya nya.” Ucap Suhendri.

Bahkan, melihat hal itu Suhendri merasa tersinggung lantaran Siger merupakan identitas Masyarakat lampung.

“Siger ini kan menjadi suatu kebanggaan masyarakat Lampung bahkan Siger adalah identitas masyarakat yang ada di provinsi Lampung, Jadi kalau ngelihat bentuknya seperti ini ya saya merasa tersinggung seolah-olah dibuat dengan asal-asalan.” Ungkap Suhendri.

Dari hasil peninjauan di Tiyuh Totomakmur Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tubaba Miniatur siger pada tiang lampu jalan yang terpasang di sepanjang jalan di Tiyuh tersebut miniatur Siger itu terdapat 7 (Tujuh) kerucut yang berderet memanjang bahkan ada pula yang tidak bisa di jelaskan betuknya seperti apa.

Belum diketahui pasti kapan lampu jalan tersebut terpasang namun menurut sejumlah keterangan dari warga setempat lampu jalan tersebut dibangun menggunakan Dana Desa.

Sementara saat disambangi di kediamannya untuk di konfirmasi Madrim Kepalo Tiyuh Setempat tidak ada di Rumah.
(pau/yoga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here