Lumpuh selama 8 Tahun Rusdi Berharap dapat Perhatian dan Bantuan dari Pemerintah

LENSANAGA.ID-Tanggamus – Tidak bisa berbuat banyak, Robiyah istri dari Rusdi hanya mampu bekerja sebagai tukang cuci pakaian dari rumah kerumah, dimana penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi untuk membiayai perawatan sang suami yang saat ini tengah lumpuh, hanya bisa terbaring di tempat tidur, Robiyah merupakan Warga Desa Tegi Neneng Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus.senin-05-07-2021.

Rusdi dulunya tulang punggung keluarga, tempat keluarga mengadu, namun kini Rusdi hanya bisa menangis dan iba melihat istrinya menjadi tulang punggung keluarga, ia tak dapat membantu istrinya karena keadaan, Rusdi mengalami kelumpuhan sudah 8 tahun lamanya, sebelumnya Rusdi adalah seorang nelayan biasa, walaupun sederhana tapi kebutuhan hidup keluarganya terpenuhi dan merasa bahagia, namun nasib berkata lain.

Robiyah istri Rusdi yang kokoh memanggul beban di pundaknya untuk menghidupi suami dan anaknya yang masih di bangku sekolah, berusaha tetap tegar didepan keluarga walaupun batinnya menangis dan berkata tak kuat dan tidak sanggup, namun hal ini mau tidak mau harus ia jalani, Selama delapan tahun tersebut keluarga Robiyah tidak tersentuh pemerintah, baik pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun pemerintah kabupaten.

Kehidupan bapak Rusdi sangatlah memprihatinkan jangankan untuk kebutuhan makan, melihat kondisi tempat tinggal yang ia tempati sangatlah tidak layak, ia sangat berharap ada sedikit perhatian dari pemerintah untuk keluarganya, namun harapan itu hanya tinggal harapan selama delapan tahun ini, namun tangisannya tak terbendung, baru – baru ini keluarganya menerima bantuan dari Muslim selaku Kepala Pekon/ Desa Tegi Neneng dilantik, keluarga Rusdi mendapatkan bantuan sembako dan dimasukkan kedalam Program Keluarga Harapan (PKH), hal ini di benarkan oleh Robiyah istri Rusdi.

“Selam delapan tahun ini, saya bekerja mencuci dari rumah kerumah pak, untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dan biaya sekolah anak, sehari saja saya tidak bekerja kami makan apa pak, kalua saya lagi sakit, terpaksa saya harus berhutang, tapi saya sangat berterima kasih kepada Pak Muslim, telah memberikan bantuan kepada kami, yang sangat bermanfaat sekali bagi kami, semoga Allah balas dengan kebaikan pula” ucap Robiyah terbata dan terisak saat dikonfirmasi di kediamannya.

Hal senada disampaikan Sarim yang merupakan anak pertama dari pasangan Rusdi dan Robiyah “Kami sedih melihat ibu kerja sendirian, kami belum bisa bekerja, kami adik beradik 5 orang, hanya 2 orang yang sekolah, karna ibu tidak ada biaya, kadang kami kasihan lihat ibu, banting tulang hanya untuk kami, bapak tidak bisa lagi memberi nafkah karna bapak sakit sudah 8 tahun” ungkap Sarim, terhenti hingga terisak tak bisa meneruskan perkataannya.

Pasangan Rusdi dan Robiyah yang di karunia 5 orang anak, tentunya sangat membutuhkan sentuhan dari para dermawan dan pemerintah jika melihat keadaan keluarganya, bahkan rumah yang mereka tempati seolah tidak layak, yang berlantaikan sebagian tanah, dengan dinding rumah dengan celah – celah akan membuat keluarga tersebut tidur tidak nyaman, kedinginan, semoga saja Pak Rusdi mendapat sentuhan pemerintah baik program bantuan sosial, maupun program bedah rumah setidaknya membatu meringankan beban keluarga Pak Rusdi.

Semenjak Muslim dilantik menjadi Kepala Pekon/ Desa Tegi Neneng Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, ia mengusulkan agar keluarga Robiyah bisa mendapatkan bantuan, melalui program PKH.

Ditambahkan lagi oleh Robiyah, saat ini Robiyah sangat membutuhkan kursi roda untuk suaminya, agar suaminya bisa dengan mudah keluar rumah untuk berjemur dibawah sinar matahari pagi.(red/doli)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.