Proyek pembangunan Jalan Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari diduga proyek siluman

Proyek pembangunan Jalan Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari diduga proyek siluman

 

Batanghari – pengerjaan proyek pembangunan aspal jalan Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur, mulai disoroti warga setempat, karena dengan panjang pengerjaan sekitar 1900 meter di keluhkan warga, pasalnya proyek tersebut tidak terpasang papan proyek, sehingga mengakibatkan pertanyaan tetang Trasparansi publik.

salah satu warga desa Bumiharjo, mengatakan bahwa masyarakat mengeluarkan dan juga kebingungan kalau ditanya proyek tersebut dari mana karena tidak ada informasi pendukung, padahal pengerjaan proyek sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu.

Kami masyarakat sini (Bumiharjo) bingung ini proyek apa dan dari mana, karena tidak ada papan proyek, bahkan orang yang bekerja dari luar daerah semua, yang saya tanya dari daerah probolinggo lampung timur.” (jelas warga yang enggan disebutkan namanya)

Hal itu kemudian menjadi bahan perbincangan warga, proyek yang di bangun pemerintah Kabupaten Lampung Timur, diduga proyek siluman, sebab tidak terpasang sama sekali papan nama informasi terkait proyek tersebut.

“Proyek yang dikerjakan tanpa papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat, agar tidak termonuklir besar anggaran dan sumber anggarannya.” papar salah satu warga Desa Bumiharjo pada awak media, kamis (22/12/2022).

Semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memasang papan anggaran ditempat pekerjaannya agar masyarakat Desa tau asal muasal proyek tersebut menghabisi anggaran berapa,?”. ungkap warga Desa Bumiharjo yang minta tidak disebutkan namanya.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ungkap warga yang mengetahui betul tentang proyek itu.

Menurut pekerja lapangan selaku pengawas tukang Anto, saat di temui jurnalis Rilisfakta.com mengatakan bahwa kami tidak tahu mengenai anggaran, saya hanya mengontrol dan mengawasi saja. kalo untuk panjangnya sendiri yang saya tahu panjang sekitar 1900 meter yang di bagi dalam 5 titik. pertama 400 meter dua titik, 750 meter, 170 meter dan untuk lebar jalan dua meter sepanjang 170 meter, dan sejauh ini sudah selesai dua titik” ungkapnya (**)

Tim/Anton

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment